Cerita Cinta

ingin selalu mencintai dan dicintai karena-Nya

Di Atas Sajadah Cinta

Penulis:  Habiburrahman El Shirazy

KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. Namun geliat hidup kota Kufah masih terasa.

Di serambi masjid Kufah, seorang pemuda berdiri tegap menghadap kiblat. Kedua matanya memandang teguh ke tempat sujud. Bibirnya bergetar melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Hati dan seluruh gelegak jiwanya menyatu dengan Tuhan, Pencipta alam semesta. Orang-orang memanggilnya “Zahid” atau “Si Ahli Zuhud”, karena kezuhudannya meskipun ia masih muda. Dia dikenal masyarakat sebagai pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota Kufah pada masanya. Sebagian besar waktunya ia habiskan di dalam masjid, untuk ibadah dan menuntut ilmu pada ulama terkemuka kota Kufah. Saat itu masjid adalah pusat peradaban, pusat pendidikan, pusat informasi dan pusat perhatian.

Pemuda itu terus larut dalam samudera ayat Ilahi. Setiap kali sampai pada ayat-ayat azab, tubuh pemuda itu bergetar hebat. Air matanya mengalir deras. Neraka bagaikan menyala-nyala dihadapannya. Namun jika ia sampai pada ayat-ayat nikmat dan surga, embun sejuk dari langit terasa bagai mengguyur sekujur tubuhnya. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Ia bagai mencium aroma wangi para bidadari yang suci.

Tatkala sampai pada surat Asy Syams, ia menangis,

fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha.

qad aflaha man zakkaaha.

wa qad khaaba man dassaaha

…”

(maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan,

sesungguhnya, beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya

…)

Hatinya bertanya-tanya. Apakah dia termasuk golongan yang mensucikan jiwanya. Ataukah golongan yang mengotori jiwanya? Dia termasuk golongan yang beruntung, ataukah yang merugi?

Ayat itu ia ulang berkali-kali. Hatinya bergetar hebat. Tubuhnya berguncang. Akhirnya ia pingsan.

 

***

 

Sementara itu, di pinggir kota tampak sebuah rumah mewah bagai istana. Lampu-lampu yang menyala dari kejauhan tampak berkerlap-kerlip bagai bintang gemintang. Rumah itu milik seorang saudagar kaya yang memiliki kebun kurma yang luas dan hewan ternak yang tak terhitung jumlahnya.

Dalam salah satu kamarnya, tampak seorang gadis jelita sedang menari-nari riang gembira. Wajahnya yang putih susu tampak kemerahan terkena sinar yang terpancar bagai tiga lentera yang menerangi ruangan itu. Kecantikannya sungguh memesona. Gadis itu terus menari sambil mendendangkan syair-syair cinta,

in kuntu ‘asyiqatul lail fa ka’si

musyriqun bi dhau’

wal hubb al wariq

…”

(jika aku pencinta malam maka

gelasku memancarkan cahaya

dan cinta yang mekar

…)

 

***

 

Gadis itu terus menari-nari dengan riangnya. Hatinya berbunga-bunga. Di ruangan tengah, kedua orangtuanya menyungging senyum mendengar syair yang didendangkan putrinya. Sang ibu berkata, “Abu Afirah, putri kita sudah menginjak dewasa. Kau dengarkanlah baik-baik syair-syair yang ia dendangkan.”

“Ya, itu syair-syair cinta. Memang sudah saatnya dia menikah. Kebetulan tadi siang di pasar aku berjumpa dengan Abu Yasir. Dia melamar Afirah untuk putranya, Yasir.”

“Bagaimana, kau terima atau…?”

“Ya jelas langsung aku terima. Dia ‘kan masih kerabat sendiri dan kita banyak berhutang budi padanya. Dialah yang dulu menolong kita waktu kesusahan. Di samping itu Yasir itu gagah dan tampan.”

“Tapi bukankah lebih baik kalau minta pendapat Afirah dulu?”

“Tak perlu! Kita tidak ada pilihan kecuali menerima pinangan ayah Yasir. Pemuda yang paling cocok untuk Afirah adalah Yasir.”

“Tapi, engkau tentu tahu bahwa Yasir itu pemuda yang tidak baik.”

“Ah, itu gampang. Nanti jika sudah beristri Afirah, dia pasti juga akan tobat! Yang penting dia kaya raya.”

 

***

 

Pada saat yang sama, di sebuah tenda mewah, tak jauh dari pasar Kufah. Seorang pemuda tampan dikelilingi oleh teman-temannya. Tak jauh darinya seorang penari melenggak lenggokan tubuhnya diiringi suara gendang dan seruling.

“Ayo bangun, Yasir. Penari itu mengerlingkan matanya padamu!” bisik temannya.

“Be…benarkah?”

“Benar. Ayo cepatlah. Dia penari tercantik kota ini. Jangan kau sia-siakan kesempatan ini, Yasir!”

“Baiklah. Bersenang-senang dengannya memang impianku.”

Yasir lalu bangkit dari duduknya dan beranjak menghampiri sang penari. Sang penari mengulurkan tangan kanannya dan Yasir menyambutnya. Keduanya lalu menari-nari diiringi irama seruling dan gendang. Keduanya benar-benar hanyut dalam kelenaan. Dengan gerakan mesra penari itu membisikkan sesuatu ketelinga Yasir,

“Apakah Anda punya waktu malam ini bersamaku?”

Yasir tersenyum dan menganggukan kepalanya. Keduanya terus menari dan menari. Suara gendang memecah hati. Irama seruling melengking-lengking. Aroma arak menyengat nurani. Hati dan pikiran jadi mati.

 

***

Keesokan harinya.

Usai shalat dhuha, Zahid meninggalkan masjid menuju ke pinggir kota. Ia hendak menjenguk saudaranya yang sakit. Ia berjalan dengan hati terus berzikir membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Ia sempatkan ke pasar sebentar untuk membeli anggur dan apel buat saudaranya yang sakit.

Zahid berjalan melewati kebun kurma yang luas. Saudaranya pernah bercerita bahwa kebun itu milik saudagar kaya, Abu Afirah. Ia terus melangkah menapaki jalan yang membelah kebun kurma itu. Tiba-tiba dari kejauhan ia melihat titik hitam. Ia terus berjalan dan titik hitam itu semakin membesar dan mendekat. Matanya lalu menangkap di kejauhan sana perlahan bayangan itu menjadi seorang sedang menunggang kuda. Lalu sayup-sayup telinganya menangkap suara,

“Toloong! Toloong!!”

Suara itu datang dari arah penunggang kuda yang ada jauh di depannya. Ia menghentikan langkahnya. Penunggang kuda itu semakin jelas.

“Toloong! Toloong!!”

Suara itu semakin jelas terdengar. Suara seorang perempuan. Dan matanya dengan jelas bisa menangkap penunggang kuda itu adalah seorang perempuan. Kuda itu berlari kencang.

“Toloong! Toloong hentikan kudaku ini! Ia tidak bisa dikendalikan!”

Mendengar itu Zahid tegang. Apa yang harus ia perbuat. Sementara kuda itu semakin dekat dan tinggal beberapa belas meter di depannya. Cepat-cepat ia menenangkan diri dan membaca shalawat. Ia berdiri tegap di tengah jalan. Tatkala kuda itu sudah sangat dekat ia mengangkat tangan kanannya dan berkata keras,

“Hai kuda makhluk Allah, berhentilah dengan izin Allah!”

Bagai pasukan mendengar perintah panglimanya, kuda itu meringkik dan berhenti seketika. Perempuan yang ada dipunggungnya terpelanting jatuh. Perempuan itu mengaduh. Zahid mendekati perempuan itu dan menyapanya,

Assalamu’alaiki. Kau tidak apa-apa?”

Perempuan itu mengaduh. Mukanya tertutup cadar hitam. Dua matanya yang bening menatap Zahid. Dengan sedikit merintih ia menjawab pelan,

Alhamdulillah, tidak apa-apa. Hanya saja tangan kananku sakit sekali. Mungkin terkilir saat jatuh.”

“Syukurlah kalau begitu.”

Dua mata bening di balik cadar itu terus memandangi wajah tampan Zahid. Menyadari hal itu Zahid menundukkan pandangannya ke tanah. Perempuan itu perlahan bangkit. Tanpa sepengetahuan Zahid, ia membuka cadarnya. Dan tampaklah wajah cantik nan memesona,

“Tuan, saya ucapkan terima kasih. Kalau boleh tahu siapa nama Tuan, dari mana dan mau ke mana Tuan?”

Zahid mengangkat mukanya. Tak ayal matanya menatap wajah putih bersih memesona. Hatinya bergetar hebat. Syaraf dan ototnya terasa dingin semua. Inilah untuk pertama kalinya ia menatap wajah gadis jelita dari jarak yang sangat dekat. Sesaat lamanya keduanya beradu pandang. Sang gadis terpesona oleh ketampanan Zahid, sementara gemuruh hati Zahid tak kalah hebatnya. Gadis itu tersenyum dengan pipi merah merona, Zahid tersadar, ia cepat-cepat menundukkan kepalanya. “Innalillah. Astagfirullah,” gemuruh hatinya.

“Namaku Zahid, aku dari masjid mau mengunjungi saudaraku yang sakit.”

“Jadi, kaukah Zahid yang sering dibicarakan orang itu? Yang hidupnya cuma di dalam masjid?”

“Tak tahulah. Itu mungkin Zahid yang lain.” kata Zahid sambil membalikkan badan. Ia lalu melangkah.

“Tunggu dulu Tuan Zahid! Kenapa tergesa-gesa? Kau mau kemana? Perbincangan kita belum selesai!”

“Aku mau melanjutkan perjalananku!”

Tiba-tiba gadis itu berlari dan berdiri di hadapan Zahid. Terang saja Zahid gelagapan. Hatinya bergetar hebat menatap aura kecantikan gadis yang ada di depannya. Seumur hidup ia belum pernah menghadapi situasi seperti ini.

“Tuan aku hanya mau bilang, namaku Afirah. Kebun ini milik ayahku. Dan rumahku ada di sebelah selatan kebun ini. Jika kau mau silakan datang ke rumahku. Ayah pasti akan senang dengan kehadiranmu. Dan sebagai ucapan terima kasih aku mau menghadiahkan ini.”

Gadis itu lalu mengulurkan tangannya memberi sapu tangan hijau muda.

“Tidak usah.”

“Terimalah, tidak apa-apa! Kalau tidak Tuan terima, aku tidak akan memberi jalan!”

Terpaksa Zahid menerima sapu tangan itu. Gadis itu lalu minggir sambil menutup kembali mukanya dengan cadar. Zahid melangkahkan kedua kakinya melanjutkan perjalanan.

 

***

 

Saat malam datang membentangkan jubah hitamnya, kota Kufah kembali diterangi sinar rembulan. Angin sejuk dari utara semilir mengalir.

Afirah terpekur di kamarnya. Matanya berkaca-kaca. Hatinya basah. Pikirannya bingung. Apa yang menimpa dirinya. Sejak kejadian tadi pagi di kebun kurma hatinya terasa gundah. Wajah bersih Zahid bagai tak hilang dari pelupuk matanya. Pandangan matanya yang teduh menunduk membuat hatinya sedemikian terpikat. Pembicaraan orang-orang tentang kesalehan seorang pemuda di tengah kota bernama Zahid semakin membuat hatinya tertawan. Tadi pagi ia menatap wajahnya dan mendengarkan tutur suaranya. Ia juga menyaksikan wibawanya. Tiba-tiba air matanya mengalir deras. Hatinya merasakan aliran kesejukan dan kegembiraan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dalam hati ia berkata,

“Inikah cinta? Beginikah rasanya? Terasa hangat mengaliri syaraf. Juga terasa sejuk di dalam hati. Ya Rabbi, tak aku pungkiri aku jatuh hati pada hamba-Mu yang bernama Zahid. Dan inilah untuk pertama kalinya aku terpesona pada seorang pemuda. Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta. Ya Rabbi, izinkanlah aku mencintainya.”

Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Ia teringat sapu tangan yang ia berikan pada Zahid. Tiba-tiba ia tersenyum,

“Ah sapu tanganku ada padanya. Ia pasti juga mencintaiku. Suatu hari ia akan datang kemari.”

Hatinya berbunga-bunga. Wajah yang tampan bercahaya dan bermata teduh itu hadir di pelupuk matanya.

 

***

Sementara itu di dalam masjid Kufah tampak Zahid yang sedang menangis di sebelah kanan mimbar. Ia menangisi hilangnya kekhusyukan hatinya dalam shalat. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Sejak ia bertemu dengan Afirah di kebun kurma tadi pagi ia tidak bisa mengendalikan gelora hatinya. Aura kecantikan Afirah bercokol dan mengakar sedemikian kuat dalam relung-relung hatinya. Aura itu selalu melintas dalam shalat, baca Al-Quran dan dalam apa saja yang ia kerjakan. Ia telah mencoba berulang kali menepis jauh-jauh aura pesona Afirah dengan melakukan shalat sekhusyu’-khusyu’-nya namun usaha itu sia-sia.

“Ilahi, kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini. Engkau Mahatahu atas apa yang menimpa diriku. Aku tak ingin kehilangan cinta-Mu. Namun Engkau juga tahu, hatiku ini tak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau ciptakan. Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik wajah dan suaranya Ilahi, berilah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menetes-netes dalam dinding hatiku ini. Ilahi, tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai. Aku serahkan hidup matiku untuk-Mu.” Isak Zahid mengharu biru pada Tuhan Sang Pencipta hati, cinta, dan segala keindahan semesta.

Zahid terus meratap dan mengiba. Hatinya yang dipenuhi gelora cinta terus ia paksa untuk menepis noda-noda nafsu. Anehnya, semakin ia meratap embun-embun cinta itu semakin deras mengalir. Rasa cintanya pada Tuhan. Rasa takut akan azab-Nya. Rasa cinta dan rindu-Nya pada Afirah. Dan rasa tidak ingin kehilangannya. Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung hatinya. Dalam puncak munajatnya ia pingsan.

Menjelang subuh, ia terbangun. Ia tersentak kaget. Ia belom shalat tahajjud. Beberapa orang tampak tengah asyik beribadah bercengkerama dengan Tuhannya. Ia menangis, ia menyesal. Biasanya ia sudah membaca dua juz dalam shalatnya.

“Ilahi, jangan kau gantikan bidadariku di surga dengan bidadari dunia. Ilahi, hamba lemah maka berilah kekuatan!”

Ia lalu bangkit, wudhu, dan shalat tahajjud. Di dalam sujudnya ia berdoa,

“Ilahi, hamba mohon ridha-Mu dan surga. Amin. Ilahi lindungi hamba dari murkamu dan neraka. Amin. Ilahi, jika boleh hamba titipkan rasa cinta hamba pada Afirah pada-Mu, hamba terlalu lemah untuk menanggung-Nya. Amin. Ilahi, hamba memohon ampunan-Mu, rahmat-Mu, cinta-Mu, dan ridha-Mu. Amin.”

 

***

 

Pagi hari, usai shalat dhuha Zahid berjalan ke arah pinggir kota. Tujuannya jelas yaitu melamar Afirah. Hatinya mantap untuk melamarnya. Di sana ia disambut dengan baik oleh kedua orangtua Afirah. Mereka sangat senang dengan kunjungan Zahid yang sudah terkenal ketakwaannya di seantero penjuru kota. Afiah keluar sekejab untuk membawa minuman lalu kembali ke dalam. Dari balik tirai ia mendengarkan dengan seksama pembicaraan Zahid dengan ayahnya. Zahid mengutarakan maksud kedatangannya, yaitu melamar Afirah.

Sang ayah diam sesaat. Ia mengambil nafas panjang. Sementara Afirah menanti dengan seksama jawaban ayahnya. Keheningan mencekam sesaat lamanya. Zahid menundukkan kepala ia pasrah dengan jawaban yang akan diterimanya. Lalu terdengarlah jawaban ayah Afirah,

“Anakku Zahid, kau datang terlambat. Maafkan aku, Afirah sudah dilamar Abu Yasir untuk putranya Yasir beberapa hari yang lalu, dan aku telah menerimanya.”

Zahid hanya mampu menganggukan kepala. Ia sudah mengerti dengan baik apa yang didengarnya. Ia tidak bisa menyembunyikan irisan kepedihan hatinya. Ia mohon diri dengan mata berkaca-kaca. Sementara Afirah, lebih tragis keadaannya. Jantungnya nyaris pecah mendengarnya. Kedua kakinya seperti lumpuh seketika. Ia pun pingsan saat itu juga.

 

***

 

Zahid kembali ke masjid dengan kesedihan tak terkira. Keimanan dan ketakwaan Zahid ternyata tidak mampu mengusir rasa cintanya pada Afirah. Apa yang ia dengar dari ayah Afirah membuat nestapa jiwanya. Ia pun jatuh sakit. Suhu badannya sangat panas. Berkali-kali ia pingsan. Ketika keadaannya kritis seorang jamaah membawa dan merawatnya di rumahnya. Ia sering mengigau. Dari bibirnya terucap kalimat tasbih, tahlil, istigfhar dan … Afirah.

Kabar tentang derita yang dialami Zahid ini tersebar ke seantero kota Kufah. Angin pun meniupkan kabar ini ke telinga Afirah. Rasa cinta Afirah yang tak kalah besarnya membuatnya menulis sebuah surat pendek,

 

 

 

Kepada Zahid,

 

Assalamu’alaikum

 

Aku telah mendengar betapa dalam rasa cintamu padaku. Rasa cinta itulah yang membuatmu sakit dan menderita saat ini. Aku tahu kau selalu menyebut diriku dalam mimpi dan sadarmu. Tak bisa kuingkari, aku pun mengalami hal yang sama. Kaulah cintaku yang pertama. Dan kuingin kaulah pendamping hidupku selama-lamanya.

Zahid,

Kalau kau mau. Aku tawarkan dua hal padamu untuk mengobati rasa haus kita berdua. Pertama, aku akan datang ke tempatmu dan kita bisa memadu cinta. Atau kau datanglah ke kamarku, akan aku tunjukkan jalan dan waktunya.

 

Wassalam

Afirah

 

===============================================================

 

Surat itu ia titipkan pada seorang pembantu setianya yang bisa dipercaya. Ia berpesan agar surat itu langsung sampai ke tangan Zahid. Tidak boleh ada orang ketiga yang membacanya. Dan meminta jawaban Zahid saat itu juga.

Hari itu juga surat Afirah sampai ke tangan Zahid. Dengan hati berbunga-bunga Zahid menerima surat itu dan membacanya. Setelah tahu isinya seluruh tubuhnya bergetar hebat. Ia menarik nafas panjang dan beristighfar sebanyak-banyaknya. Dengan berlinang air mata ia menulis untuk Afirah :

 

 

 

Kepada Afirah,

 

Salamullahi’alaiki,

 

Benar aku sangat mencintaimu. Namun sakit dan deritaku ini tidaklah semata-mata karena rasa cintaku padamu. Sakitku ini karena aku menginginkan sebuah cinta suci yang mendatangkan pahala dan diridhai Allah ‘Azza Wa Jalla’. Inilah yang kudamba. Dan aku ingin mendamba yang sama. Bukan sebuah cinta yang menyeret kepada kenistaan dosa dan murka-Nya.

Afirah,

Kedua tawaranmu itu tak ada yang kuterima. Aku ingin mengobati kehausan jiwa ini dengan secangkir air cinta dari surga. Bukan air timah dari neraka. Afirah, “Inni akhaafu in ‘ashaitu Rabbi adzaaba yaumin ‘adhim!” ( Sesungguhnya aku takut akan siksa hari yang besar jika aku durhaka pada Rabb-ku. Az Zumar : 13 )

Afirah,

Jika kita terus bertakwa. Allah akan memberikan jalan keluar. Tak ada yang bisa aku lakukan saat ini kecuali menangis pada-Nya. Tidak mudah meraih cinta berbuah pahala. Namun aku sangat yakin dengan firmannya :

“Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (yaitu surga).”

Karena aku ingin mendapatkan seorang bidadari yang suci dan baik maka aku akan berusaha kesucian dan kebaikan. Selanjutnya Allahlah yang menentukan.

Afirah,

Bersama surat ini aku sertakan sorbanku, semoga bisa jadi pelipur lara dan rindumu. Hanya kepada Allah kita serahkan hidup dan mati kita.

 

Wassalam,

Zahid

 

===============================================================

 

Begitu membaca jawaban Zahid itu Afirah menangis. Ia menangis bukan karena kecewa tapi menangis karena menemukan sesuatu yang sangat berharga, yaitu hidayah. Pertemuan dan percintaannya dengan seorang pemuda saleh bernama Zahid itu telah mengubah jalan hidupnya.

Sejak itu ia menanggalkan semua gaya hidupnya yang glamor. Ia berpaling dari dunia dan menghadapkan wajahnya sepenuhnya untuk akhirat. Sorban putih pemberian Zahid ia jadikan sajadah, tempat dimana ia bersujud, dan menangis di tengah malam memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Siang ia puasa malam ia habiskan dengan bermunajat pada Tuhannya. Di atas sajadah putih ia menemukan cinta yang lebih agung dan lebih indah, yaitu cinta kepada Allah SWT. Hal yang sama juga dilakukan Zahid di masjid Kufah. Keduanya benar-benar larut dalam samudera cinta kepada Allah SWT.

Allah Maha Rahman dan Rahim. Beberapa bulan kemudian Zahid menerima sepucuk surat dari Afirah :

 

 

 

Kepada Zahid,

 

Assalamu’alaikum,

 

Segala puji bagi Allah, Dialah Tuhan yang memberi jalan keluar hamba-Nya yang bertakwa. Hari ini ayahku memutuskan tali pertunanganku dengan Yasir. Beliau telah terbuka hatinya. Cepatlah kau datang melamarku. Dan kita laksanakan pernikahan mengikuti sunnah Rasululullah SAW. Secepatnya.

 

Wassalam,

Afirah

 

 

 

===============================================================

Seketika itu Zahid sujud syukur di mihrab masjid Kufah. Bunga-bunga cinta bermekaran dalam hatinya. Tiada henti bibirnya mengucapkan hamdalah.

 

 

 

 

 

Diambil dari buku dengan judul yang sama karya Habiburrahman El Shirazy.

Dapatkan bukunya dan simak 37 cerita keren lainnya.

Penerbit:

1. Penerbit Republika

2. Pesantren Basmala Indonesia

3. MD Entertainment

Cetakan VII, Juni 2006

Nopember 9, 2006 - Ditulis oleh antosamudra | dua insan | | 102 Komentar

102 Komentar »

  1. waaaa nice blog, nice design, my fav colour, nice article pokoknya nice nice semua deh mas..baca cerita ini jadi menangis, Subhanallah adakah cinta yg spt itu untuk saya?hehehehehe AMIN AMIN deh ^-^

    Komentar oleh TariBebek | Nopember 9, 2006 | Balas

  2. Askum…
    Subhanallah..Adakah Cinta yang seperti itu Untuk saya ???
    Amiiiin..Allahumma…Amiinn

    Komentar oleh SHINTA | Juni 11, 2007 | Balas

    • Insa ALLLAh klw Qt mau bersaha,
      N bertaqorrub,,,,,,,,,,

      Komentar oleh masduki | Juni 4, 2009 | Balas

  3. kereeen masyaallah ada orang yang begitu cintanya pada ALLAH, bisa ga kita menirunya????

    Komentar oleh wahyujati | Juli 31, 2007 | Balas

  4. sampai meneteskan air mata daku…..

    Komentar oleh Raka | September 24, 2007 | Balas

  5. Novel “rembulan di langit hatiku” telah terbit lho,
    coba kunjungi: danisetiawan.multiply.com
    …. berikut sedikit sinopsisnya:

    “….. berkenankah engkau menjadi rembulan di langit hatiku? hati yang merindukan lembut cahayanya? Berkenankah engkau menjadi Aisyah-ku? seperti kehadiran Aisyah r.a. dalam kehidupan Nabi Saw.? Berkenankah engkau ….. menjadi istriku?

    Bidadari itu terdiam mendengar apa yang kukatakan. Ia tak berucap meski hanya sepatah kata, pandangannya menerawang angkasa. Sejenak kemudian ia menatap mataku, lalu ia alihkan pandangannya ke pepohonan yang tumbuh di sekeliling kami. Air mata … mengalir lembut … lembut sekali … di pipinya.

    ————————————————-

    Novel romantis ini berkisah tentang sebuah perjuangan, untuk mewujudkan cinta sejati. Cinta yang tak hanya berjalan sendiri, … tetapi menyelaraskan kehadirannya bersama percikan-percikan akal, dan getar-getar nurani.

    Bila cinta itu telah datang, … adakah seorang yang bisa bersembunyi dari pesona yang dibawanya?

    Bila kerinduan itu telah tiba, … adakah seorang yang bisa mengelak dari kehadirannya?

    =======================================================

    Profil Penulis
    Dani Setiawan (Dan’s) menjalani masa-masa sekolahnya di Bandung. Setelah lulus dari SMAN 2 Bandung, ia melanjutkan S1 di ITB, lulus dengan predikat “sangat memuaskan”. Setelah merasakan atmosfer “kerja” di Jakarta dan Bogor, ia kemudian melanjutkan S2 di ITB, lulus akhir tahun 2006. Pada tahun 2003, ia sempat mempublikasikan syair-syair yang pernah dibuatnya, dalam sebuah album-musik indie “Seismic, terlabuhkan/rumahku surgaku”. Hobby menulis mulai tumbuh sejak ia masuk di sekolah menengah tingkat pertama. Novel ini adalah buku pertama yang dipublikasikannya. Novel ini sendiri terbit bersamaan dengan terbitnya album indie “Dan’s, rembulan di langit hatiku”

    ==================================================

    Buku diterbitkan oleh: SATU LUBUK–Relung Hati

    Distributor: KALAM 08156276264

    Komentar oleh dan's | Oktober 10, 2007 | Balas

  6. Ass…akhi, klo ad softcopyna kirim” ya….

    Komentar oleh aryogi | Oktober 16, 2007 | Balas

  7. ya allah,,,,
    sampai sekarang belum pernah kurasakan apa yang namanya cinta,,setelah kubaca DIATAS SAJADAH CINTA, maka kelak jadikanlah kisah cintaku kelak sepeti zahid & afirah,,

    SUBHANAALAH,,,,
    diatas sajadah cinta merupakan sebuah karya yang luar biasa tentang agungnya cinta yang didasari karena ingin meraih ridho allah,,,,,,,,

    Komentar oleh artha | Oktober 29, 2007 | Balas

  8. subhanalllah…
    mo nangis baca kisahnya.

    Komentar oleh yeyeN | Nopember 6, 2007 | Balas

  9. subhanallah terharu banget plus malu banget, karena tingkah laku ku selama ini jauh dari apa yang ada di cerita itu…ya Allah dapatkah aku seperti seorang zahid

    Komentar oleh aris | Nopember 27, 2007 | Balas

  10. aku mencintainya karena Allah S.W.T
    aku menyayanginya karena Allah S.W.T
    dan aku membencinya karena Allah S.W.T

    Komentar oleh alea | Nopember 27, 2007 | Balas

  11. cinta kpd allah dan muhammad
    itu ialah cinta yang paling agung..

    Komentar oleh hakoo | Nopember 27, 2007 | Balas

  12. ya allah hatiku bersujud padamu,berikanlah aq pendamping seperti aisha….amin

    Komentar oleh biru | Januari 15, 2008 | Balas

  13. Subhanallah….allahuakbar…
    kang abik, novel antum sungguh mengesankan…pertamakalinya saya membaca novel antum”Ayat-Ayat cinta, ana langsung tergugah untuk membaca seluruh karya antum….subhanallah….ana tergugah,
    salam ukhuwah untuk kang abik, semoga selalu dalam lindungan allah SWT.amin….

    Komentar oleh Solihin | Januari 16, 2008 | Balas

  14. Subhanallah..adakah cinta seprti itu untuk ku?aku sdh menikah dan tdk mendapatkan suami yang mencintai-Mu…aku mungkin terlalu sombong utk tdk memohon kepada Allah pada saat cinta manusia telah menutupi cintaku pada-Mu…Ya Allah apakah aku termasuk wanita yg tdk baik, shg mndptkan pendamping yg tdk baik spt yg kau utarakan lewat ayat Mu itu?Ya Allah..ampunilah aku..

    Komentar oleh wenny | Januari 26, 2008 | Balas

  15. Apakah aku pernah terlintas dalam pikiranmu?

    “Tidak”

    Apakah kau menyukai aku?

    “Tidak terlalu”

    Apakah kau menginginkanku?

    “Tidak”

    Akankah kau menangis jika aku pergi?

    “Tidak”

    Akankah kau hidup untuk ku?

    “Tidak”

    Pilih aku atau hidupmu?

    “Hidupku”

    Dan aku berkata …

    Alasan kau tidak pernah terlintas dalam pikiran ku adalah karna kau slalu dipikiran ku..

    Alasan mengapa aku tidak suka kau karna aku mencintaimu..

    Alasan mengapa aku tidak menginginkanmu karna aku butuh kau..

    Alasan mengapa aku tidak akan menagis jika kau pergi karna aku akan mati jika kau pergi..

    Alasan aku tidak hidup untukmu karna aku akan mati untukmu..

    Alasan aku tidak akan melakukan sesuatu untukmu karna aku akan melakukan segalanya untukmu..

    Alasan aku memilih hidupku karna kau adalah hidupku

    By:seseorang yg merindukan Cinta Sejati

    Komentar oleh karina | Februari 5, 2008 | Balas

  16. [...] November 9, 2006 – Posted by antosamudra | dua insan | | 15 Comments [...]

    Ping balik oleh Di Atas Sejadah Cinta « Perycantiq’s Weblog | Februari 12, 2008 | Balas

  17. Kisah cinta meraih ridho ilahi….subhanallah…mengharukan bagi siapa saja yang membaca…yakinlah kepada Allah….dia maha tahu segalanya…

    Komentar oleh opik | Maret 3, 2008 | Balas

  18. sangat menyentuh perasaan, n sangat bagus karena memmberikan inspirasi kepada para pembaca pada umumnya untuk bisa menjadi salah satu karakter yang ada pada novel

    Komentar oleh mubin | Maret 17, 2008 | Balas

  19. ceritanya menarik, karena pelajaran bagi remaja-remaja sekarang, karena remaja/remaji sekarang banyak yang bercinta karena kecantikkan, harta. sebaik-baik cinta adalah cinta karena Allah mencintai seseorang karena kesholehannya dan kebaikan budi pekertinya serta akhlaknya yang elok.janganlah kamu mencintai seseorang karena kecantikkannya, hartanya, karir. cintailah karena agamanya.

    Komentar oleh RINALDI | Maret 19, 2008 | Balas

  20. Sungguh bergetar hatiku stlh membaca novel kang abik?

    Komentar oleh Fino | Maret 19, 2008 | Balas

  21. a mau donk dikirim novel cinta diatas tasbihnya? kl bisa ke emailku ya, ta tgg lo………?

    Komentar oleh desy | Maret 24, 2008 | Balas

  22. cErita diATas saJadah ciNta inI menurut sayA baguS sekALi !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh satria | Maret 27, 2008 | Balas

  23. Ass_kuM
    wah indAH scALY adAkaH cinTa yaNG sepERty itU buAt aQu ?

    Komentar oleh satria | Maret 27, 2008 | Balas

  24. Ass_kum
    cinTa itU AdaLah anUgeraH yan6 san6at beZar yan6 dibeRYkan tuhAn buat semUa umaT manUsia.
    kaRena semuA oraNg paSty akAn merasaKan cInta@@@@@@@
    zeperty kaTA fahRy “semUA oraN6 pasTy memiLiki jodOh”###########

    Komentar oleh satria | Maret 27, 2008 | Balas

  25. bisa di download ga sih yang lengkap nya

    Komentar oleh miftahulfalah | April 5, 2008 | Balas

  26. sangat menarik sekali isi ceritanya… gaya bahasa yang dipakai bisa langsung masuk kehati bagi orang yang baca. keren abizzz…novel kang abik memang kayaknya bagus semua yaa… boleh dikirimin, gak?

    Komentar oleh Dave | April 7, 2008 | Balas

  27. Bagus sch… tapi ko cuma sepenggal… Terusannya mana…??? Kirimin dunk’z ke mail ku ya ya ya… Makasih… ;) )

    Komentar oleh Mick'Z | April 12, 2008 | Balas

  28. [...] Cerita berjudul “Di Atas Sajadah Cinta” bisa anda baca di situs CeritaCinta.Net. [...]

    Ping balik oleh Di Atas Sajadah Cinta « IT, Translation, Pregnancy & Parenting | April 17, 2008 | Balas

  29. Kang Habiburahman Telah Memberikan Penjelasan Kepada Kita Tentang Makna Cinta Yang Sesungguhnya….
    Saya Kagum Dan Hormat Terhadap Karya-Karya Beliau
    dan Seandainya Di izinkan Saya mau Minta NOVEL DI ATAS SAJADAH CINTA dalam Format PDF.JAZAKUMULLOH

    Komentar oleh EKO.SETIAWAN | April 24, 2008 | Balas

  30. subhanallah,,,,alangkah indahnya lisah in,kisah yang membuatku sadar bahwa cinta yang terjadi antara 2 insan itu pasti akan ada nafsu jahat.dan kisah ini bisa saya jadikan sebagai conyah,jika saya mencintai seseorang,,,,dan yang penting lagi,mencintai karena Allah

    Komentar oleh nurlaila | April 30, 2008 | Balas

  31. bagus………….bagus……….bagus…………bagus………….

    Komentar oleh ria fransiska | Mei 1, 2008 | Balas

  32. apakah masih ada cinta seperti yang dikisahkan di dunia ini? kisah itu sangat indah, penuh makna, penuh pelajaran, dan banyak lagi. mudah-mudahan bagi yang membaca kisah ini mendapat hidayah dari Allah SWT, dan tidak meggunakan cinta sebagai alat untuk berbuat nista, karena di jaman ini banyak muda-mudi yang bermadu kasih penuh cinta yang menyimpang dari syari’at islam. ALLAHU AKBAR

    Komentar oleh herry | Mei 8, 2008 | Balas

  33. apakah masih ada cinta seperti yang dikisahkan di dunia ini? kisah itu sangat indah, penuh makna, penuh pelajaran, dan banyak lagi. mudah-mudahan bagi yang membaca kisah ini mendapat hidayah dari Allah SWT, dan tidak meggunakan cinta sebagai alat untuk berbuat nista, karena di jaman ini banyak muda-mudi yang bermadu kasih penuh cinta yang menyimpang dari syari’at islam tapi mereka tidak menyadari bahwa mereka telah berbuat zina, mudah-mudahan Allah memberikan jalan menuju cintanya kepada kita semua. amiiin. ALLAHU AKBAR

    Komentar oleh achmad herry | Mei 8, 2008 | Balas

  34. pokoknya kisah ini ok dehhhhhhh ……..!!!!!!!!!

    Komentar oleh achmad herry | Mei 8, 2008 | Balas

  35. mohon doanya aja dari semua yang membaca, biar ana bisa menemukan wanita yang sholehah, yang mengerti tentang cinta illahi. ok….

    Komentar oleh achmad herry | Mei 8, 2008 | Balas

  36. CAmeLeCuM…
    mEnUrUtKuW…
    CErIta DiATAs SaJadah CiNta ini…KeRENNNN bGeT!!!!!
    MENgHANyUtKAN dirikUw…
    pokOknya allAhU akbaR KeReNNYa dech??!!!

    Komentar oleh nhada... | Mei 9, 2008 | Balas

  37. alangkahnya indahnya hidup ini dengan adanya cinta…,subhanallah

    Komentar oleh thywie | Mei 10, 2008 | Balas

  38. Saya sangat tertarik dengan cerita ini,karena baru kali saya mendengar ada seorang cewek yang bisa mencintai seorang cowok karena ALLAH.Karena saya belum pernah menjumpai seorang wanita yang cinta sama saya karena ALLAH.Semoga pada suatu hari nanti saya bisa menemukan seorang gadis yang mencintai saya karena ALLAH semata.Amin……
    Saya mohon Do’a dari penulis dan para pembaca.
    Wassalamualaikum………

    Komentar oleh HERLIN | Mei 20, 2008 | Balas

  39. ceita diatas sangat mengharukan buat aq…ingin sekali seperti kisah itu,….ya Allah yang memberi dan maha meluruskan jalan bagi hamba2x yg bertaqwa,..semoga orang2 yang mencintaiMU selalu mendapat pendamping seperti di atas.Amiiiin.
    gua menangis memikirkan cerita diatas…Insya Allah Engkau bisa memberikan cinta itu kepadaku yaa…Allah rabbal alamin..

    Komentar oleh liken | Mei 21, 2008 | Balas

  40. jarak antara ami abi sama jahid arifah spanjang 1jt km.jadi kita masi jauh untuk bisa menjadi jahid dn arifah,doakan kami..skalipun prlahan kita bisa menjadi sprti mreka.

    Komentar oleh ami abi | Mei 22, 2008 | Balas

  41. hai blog nya bagus yach
    salam kenal dari aku yach..!

    Komentar oleh yudhi14 | Mei 22, 2008 | Balas

  42. Assalamualaikum…SubhanaALLAH elok nian crita tu, smoga crita cintaQ am k”, bisa sprt zahid n afira h3… Mohon doañ y cmua n tlong q d krimi softcopy novelñ k e-mailQ y kang.. Thanxz u

    Komentar oleh N30 | Mei 24, 2008 | Balas

  43. aku ingin cinta yang diridhoi ALLAH, aku membutuhkan sosok pria yang sempurna dimata AllAH SWT bukan sempurna dimata manusia.
    dan jika aku mencintai pasangan ku aku tdk ingin mencintainya lebih dari pada cinta ku pada ALLAH SWT. Amin.

    Komentar oleh L i s | Mei 24, 2008 | Balas

  44. camLikum

    suBhanALLah….

    akankah ada cinta seperti itu di dunia ni yang semakin lama ga tau apa jadi’a.
    demi cnta kadang orang itu mengorbankan jiwa n raga’a.
    akankah cnta seperti itu akan datang padaku.
    aku meNcntai seSeorang seperti cnta afirah n zahid
    mudah”an aku bsa menemukan laki” seperti zahid untuk pendamping hidupku keLak.
    aMiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn………………..
    oa kisah selanjut’a bsa dkrm ke emailku ga?

    Komentar oleh tata | Mei 26, 2008 | Balas

  45. Subhanallah……………
    Inilah hidup………..
    BELAJAR MENCINTAI ALLAH……………
    CINTAILAH ALLAH MAKA ALLAH AKAN MENCINTAIMU
    AKU HANYA INGIN PASANGAN HIDUPKU SESEORANG YANG MENJADIKAN TUJUAN HIDUPNYA DENGAN MENCINTAI ALLAH.
    AMIEN………………………

    Komentar oleh OKEL | Mei 31, 2008 | Balas

  46. sesungguhnya CINTA sejati adalah cinta kepada ALLAH.SWT dan mencintai seseorang dengan ikhlas dan menerima ia apa adanya niscaya akan mendatangkan ke bahagiaan…… ya ALLAH berilah seseorang lelaki yang begitu mencintai hamba terlebih kepadamu ya ALLAH ammiinn..

    Komentar oleh arni hamisi | Juni 18, 2008 | Balas

  47. kita datang ke dunia ini bukan untuk mencari seseorang yang sempurna tetapi bagaimuana kita belajar mencintai seseorang yang tidak sempurna menjadi sempurna.. amien

    Komentar oleh elisabeth lumentut | Juni 18, 2008 | Balas

  48. [...] Source: Cerita Cinta.net [...]

    Ping balik oleh Di Atas Sajadah Cinta « Ahsin Muslim’s Weblog | Juni 19, 2008 | Balas

  49. Ada juga rupanya lelaki yang merindui wanita sebegitu rupa, terharu deh :)

    Komentar oleh Chien | Juni 22, 2008 | Balas

  50. bagus sekali saya membaca nya sampai terharu

    Komentar oleh faliq | Juni 27, 2008 | Balas

  51. bagus skali ceritanya..mga2 akn djdikan iktibar buat kita smua..peace;]

    Komentar oleh norshahida baharuddin | Juli 1, 2008 | Balas

  52. Semoga aku dpt istri yang sholihah, yang bertemu dan berpisah karena Alloh

    Komentar oleh @nt0 | Juli 6, 2008 | Balas

  53. Ass. bagi saya pribadi novel ayat-ayat cinta dan diatas sajadah cinta sangat berkesan. hingga saya memutuskan untuk mengangkat novel ayat-ayat cinta ini menjadi bahan primer penelitian saya, skripsi. oleh karna itu saya meminta bantuan bagi teman-teman yang memiliki data-data berkaitan dengan novel ayat-ayat cinta, untuk bisa berbagi dengan saya. terimakasih.
    ma’ruf (rufy14@yahoo.com)

    Komentar oleh ma'ruf | Juli 9, 2008 | Balas

  54. Subbhanallah. . .

    Komentar oleh Irsca | Juli 27, 2008 | Balas

  55. assalamu’alaikum
    subhanallah…..bener2 buat ku nangis baca diatas sajadah cinta,ya Allah akan kah aku bisa jadi afirah ataukah aku bisa mendapatkan Zahid yang seperti ada pada cerita itu, ya Allah buat lah aku sadar akan agung nya cinta Mu tak hanya mengagungkan cinta duniawi semata.
    wassalam

    Komentar oleh Ishma | Agustus 2, 2008 | Balas

  56. gw suka bngtz.. dngn cerita cinta yg islami dan nyata..
    dan semoga gw juga bisa mencintai dan dicintai karna ALLAH SWT.

    Komentar oleh chandra | Agustus 3, 2008 | Balas

  57. assalamu alaikum,wr.wb
    cerita2x amat bagus..menggugah hati
    ceritax menggambarkan kalo seprti itulah cinta sejati yg diridhoi ALLAh
    semoga kita semua mendapatkan hinayahNYA
    amin

    Komentar oleh nilasari s.masba, s.si. | Agustus 5, 2008 | Balas

  58. assalamualaikum,wr.wb
    subhanallah,
    ceritanya sangat bagus, mendidik kita yang muda agar bisa membedakan cinta yang “baik” dan cinta yang menjerumuskan kita ke jalan yang dimurkai oleh ALLAH.
    semoga saja hamba bisa menemukan cinta yang seperti itu amin ya rabbal alamin

    Komentar oleh yono | Agustus 21, 2008 | Balas

  59. blog ini membuka pikiranku…
    hatiku benr2 dibuat sejuk olehnya…
    mudh2n Allah mempermudah jlnku untk menemui jodohku..
    ^-^ amien…

    Komentar oleh lia | September 4, 2008 | Balas

  60. pernah antum semua mendengar novel islamic bertajuk tautan hati dan seindah mawar berduri karya
    fatimah syarha dari malaysia…rasa karya beliau pun ada baik juga…cubalah antum semua try baca…

    Komentar oleh mohd syahid | September 6, 2008 | Balas

  61. bagus bangat blog ini!!!

    Komentar oleh nur a' tikah | September 7, 2008 | Balas

  62. salam kita mestilah sentiasa mendekatkan diri kepada ALLAH S.W.T. supaya kita mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat. amin……….

    Komentar oleh nur a' tikah | September 7, 2008 | Balas

  63. bgs bgt critanya,aq smp terharu.patut dicntoh untk ank2 muda.

    Komentar oleh dewi kartika | September 11, 2008 | Balas

  64. Buagus bnget,..
    Smpe2 g bs nhan air mata aq,..
    kang abik,… Emx bner,. Clo cnta pd makhluk z bs wat qt dgn mdah m’rangkai rbuan kta indah,…
    Cinta 5 sang pncipta psti lbih dasyat age,..!
    Kpan q bs jd co shaleh y,..
    ~_~
    kmren krna ketika cinta b’tsbih q jd alim,. Tp skrang blik jd orang yg g peka thdap agama,..

    Komentar oleh Yoko | September 29, 2008 | Balas

  65. subhanallah cinta begitu besar dan mendalam dan tulus merupakan cinta sejati yang penuh rahmat

    Komentar oleh suryadi | Oktober 22, 2008 | Balas

  66. ass

    aq seneng baca cerita itu dan pengalamn barau
    makacaih ya

    Komentar oleh elis | Oktober 30, 2008 | Balas

  67. Karya yang menarik dan ke jalan yang di redai Allah.Insya Allah.

    Komentar oleh ekin | Nopember 2, 2008 | Balas

  68. sungguh indah anugrah yg di berikan tuhan untuk hambanya dengan cinta hidup kita lebih indah,dengan ilmu hidup lebih terarah, dengan agama hidup lebih cerah.solmy_man@yahoo.co.id

    Komentar oleh SOLEMAN | Nopember 3, 2008 | Balas

  69. CINTA………. sungguh mulia hatimu.
    aku akan menjaganya dg ridlomu ya allah.

    Komentar oleh SOLEMAN | Nopember 3, 2008 | Balas

  70. CINTA………. sungguh mulia hatimu.
    aku akan menjaganya dg ridlomu ya allah.
    solmy_man@yahoo.co.id

    Komentar oleh SOLEMAN | Nopember 3, 2008 | Balas

  71. Ya Allah,
    Berikanlah hamba ketakwaan spt yg Engkau anugrahkan kpd zahid dan jadikanlah hamba orang yang senantiasa istiqomah dlm beribadah kpd Engkau. Amin

    Komentar oleh Wahyudi muh. Iqbal | Nopember 16, 2008 | Balas

  72. hallo

    Komentar oleh ay | Nopember 24, 2008 | Balas

  73. sungguh mulia engkau menulis cerita ini,

    Komentar oleh Rustam Makassar | Desember 12, 2008 | Balas

  74. Allahuakbar…apa bisa saya seperti itu

    Komentar oleh oziednux | Desember 22, 2008 | Balas

  75. astagfirullah hall adziimm…
    kapan aq akan merasakan cinta seperti itu???
    ya allah,,,
    kirimkanlah kepadaku hidayah yg telah kau berikan kepada zahid,,amin..

    Komentar oleh ryan ahmad | Desember 24, 2008 | Balas

  76. Novelny keren abizz..
    Ayat2 cinta,ketika cinta brtasbih,di atas sajadah cinta..
    Ad ga ya seorang fahri,azzam,zahid buat aq. . .
    Hrusny jd wanita solekhah dl kn??

    Komentar oleh Tias | Desember 27, 2008 | Balas

  77. subHanallah. . .

    cinta, apapun cinta itu pasti ‘kan tandus, gersang swatu wktu
    ‘but cinta illahi kan sejati trus mengalir, sejuk seiring wktu

    noVeL’Y kren abiez
    aseek gila
    tHe oNe ‘n OnLY dech!!!

    …duh kang Abiek

    Komentar oleh edelweiss | Desember 28, 2008 | Balas

  78. subhanallah sungguh indah perwudutan watak manusia yang bernama zahid di novel itu,Masih adakah manusia zaman sekarang yang berwatak seperti itu………….
    andai ada, insyaallah kiamat masih lama datangnya……….

    novel ini benar2 mengugah nurani
    mengingatkan betapa bodohx manusia zaman sekarang mengartikan arti cinta

    Komentar oleh dh_an | Februari 27, 2009 | Balas

  79. AsSLm..
    Cerpen kang abik mah gak diragukanlah selalu menggugah dan menambah keimanan..
    Sok atuh diantos kang abik-kang abik junior yg bisa bikin cerpen sepuitis ini..

    Komentar oleh Rattu | Maret 13, 2009 | Balas

  80. Subhanallah ….
    apakah mungkin kisah itu akan terjadi pada zaman sekarang …?

    Jika benar, aku ingin sekali mengalaminya,,,

    Amiin …

    Komentar oleh fandi | Maret 15, 2009 | Balas

  81. Assalamulaikon.
    Excellent, great novel,fantastic story.l love cerita ini babe
    May Allah bless us n our beloved family member.
    semoga Allah menemui hamba ini wanita solihan spt cerita ini.
    Harus ambil ittibar/pengajaran/tauladan utk renungan hidup bersama orang yg kita cintai bagaimana mencari insan mulia .
    Amiim
    aree

    Komentar oleh nazareetaib | Maret 22, 2009 | Balas

  82. Ya Rabb janganlah Engkau tutup pintu rahmatMu ini dengan cintaQ pd si Fulan. Jadikanlah cinta ini sebagai gerbang menuju Ma’rifatMu. Semoga ………..kita selalu mendapat RahmatNya berupa cinta tu’ berbagi sesama makhluk ciptaanNya, Amin.

    Komentar oleh wardi | Maret 23, 2009 | Balas

  83. Ya Rob …
    Jika Aku MenCintainya Jangan lah Melebihi Cinta KU PadamU
    aGAR bERTAMBAH kekuTanku Untuk SenANTIASA bERIBADAH pADAMU.

    jIKA akU MeRINDUKAN Nya JANGN Lah Melebihi Rindu ini Hanya PadamU rINDU aKAN sURGA Mu Yang AbaADI YA Alllah….

    SeMoga semunya Menjadi Kenyataan ta Rob….

    wasalam

    Dhe

    Komentar oleh dhe | Maret 26, 2009 | Balas

  84. Jangan lah CiNta ini Melebihi Batas Nya Ya Rabb,
    Hanya Rindu Sejati DarI ORANG yANG BeNAR tOELUS…

    dhe.wansyah@yahoo.co.id

    Komentar oleh dhe | Maret 26, 2009 | Balas

  85. sip..lahhh…

    Komentar oleh Pacitan | Maret 30, 2009 | Balas

  86. Nice story

    Komentar oleh prenokalimantantimur | Maret 31, 2009 | Balas

  87. ustadz…ceritanya emang bagus banget…tapi sekarang koq jarang kelihatan di ma’had..mungkin sibuk banget za…,
    ana paham tapi usakain donk ngisi kajiannya jangan sering ditinggal,,,kan dulu kita udah ditinggal ama ustadz ketika di ma’had abubakar….

    Komentar oleh mardiman | April 4, 2009 | Balas

  88. Subhanalloh…..Q ingin menemukan cinta seperti itu.selama ini Q gak pernah mencintai seseorang dengan serius. So critax bagus banget untuk renungan

    Komentar oleh cuez | April 28, 2009 | Balas

  89. uhibbuka fillah,,aku cinta karena alloo.mungkin cuma kata2 itu yang harus qt ucapkan,,,,,,

    Komentar oleh THARY | April 30, 2009 | Balas

  90. subhanallah..
    aku bnr2 tersentuh membaca cerita ini.sebegitu besarnya cinta yg diciptakan Allah u manusia.. aku ingin tetap mencintai suamiku karena Allah,karena memang benar bahwa tidak mudah meraih cinta berbuah pahala.

    Komentar oleh ully | Mei 10, 2009 | Balas

  91. subhanallah

    Komentar oleh mardiana | Mei 17, 2009 | Balas

  92. Subhanallah,semoga kita bisa mendapatkan cint karena Allah

    Komentar oleh aris | Mei 29, 2009 | Balas

  93. ALLAH ADALAH TUJUAN,,,,,,,,
    MUHAMMAD ADALAH TELADAN……..
    Al_QUR.AN ADALAH PEDOMAN,,,,,,,,!!!

    Komentar oleh masduki | Juni 4, 2009 | Balas

  94. Entonk,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!

    Komentar oleh masduki | Juni 4, 2009 | Balas

  95. hebat la cter ni

    Komentar oleh warjedy | Juni 9, 2009 | Balas

  96. Subhanallah…….di dunia seperti ini masih adakah cinta yang seperti itu??????

    Komentar oleh Ryan | Juni 10, 2009 | Balas

  97. Askum….
    Sungguh amat menggugah hati crita tersebut…
    Allah Akhbar…

    Komentar oleh sandy | Juni 13, 2009 | Balas

  98. subhanaallah,,,
    begitu indah rs cinta Krn Allah..

    Komentar oleh nicknok | Juni 13, 2009 | Balas

  99. ya allah………. sungguh indah dan bahagia setiap orang yang mendapatkan cinta dan kasih sayangmu serta mendapatkan keberkahanmu yaallah
    yaallah………….sgala puji tercurahkan padamu dan nabi mukhammad
    ya allah ………..berikanlah hamba cinta dan kasih sayangmu ya allah…………hamba tak mampu hidup di dunia ini tanpa keberkahanmu ya allah,
    izinkan aku dan berikanlah seseorang yang seperti tokoh tersebut ya allah hanya kepadamu aku meminta pertolongan dan perlindunganmu

    Komentar oleh kania | Juni 17, 2009 | Balas

  100. subhanallah wal kham dulillah walah ilaa hailalloh,
    ……………allahu akbar

    Komentar oleh kania | Juni 17, 2009 | Balas

  101. Subhanallah…

    Allah Maha Besar.
    Ya Allah, Jadikanlah rasa cinta ku pada-Mu seperti rasa cintanya zahid kepada-Mu. Amieenn…

    Komentar oleh Laras | Juni 20, 2009 | Balas


Tinggalkan komentar