Jodoh
Penulis : Inayati
Hidup memang penuh kejutan, setidaknya bagiku. Semuanya berawal dari pembicaraanku dengan Mama sebulan yang lalu. Aku dan Mama sedang sarapan saat Mama tiba-tiba membuka pembicaraan.
“Sampai kapan Mama harus mengurus kamu, Bram?” Pertanyaan Mama membuatku tertegun.
”Maksud Mama?” aku menatap Mama. Mencoba menerka arah pembicaraannya.
”Yah, bukankah sudah saatnya ada perempuan lain yang menemani kamu sarapan?” Mama tersenyum menatapku.
Mungkin memang sudah waktunya aku menikah. Tahun ini usiaku tiga puluh lima tahun. Penghasilanku sebagai manager di salah satu perusahaan asing cukup memadai untuk berumah tangga. Apalagi yang ditunggu? Pertanyaan ini sudah sangat sering kudengar dari kerabat ataupun kolegaku.
Aku tersenyum kecil.
”Mama tahu, kamu merasa bertanggungjawab kepada Mama dan adik-adikmu. Tetapi jangan lupakan yang satu itu. Mira sudah berkeluarga, Dewi juga. Sementara Mama sudah lebih dari cukup menerima perhatianmu. Mama sangat bersyukur memiliki anak sepertimu.”
Aku terdiam.
”Bram, Papa titip Mira dan Dewi…juga Mama…” Papa berbisik perlahan sehari sebelum kematiannya, sepuluh tahun yang lalu. Saat itu, Mira baru saja masuk kuliah dan Dewi masih kelas satu SMU. Sejak itu, hari-hariku kuisi dengan kerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
”Bram…” Mama menunggu jawabanku.
”Iya, iya, Insya Allah. Ma…”
Mama benar. Tidak ada lagi alasan bagiku untuk menunda rencana berkeluarga. Dewi sudah menikah tiga bulan yang lalu. Amanah Papa sudah kutunaikan. Persoalannya adalah, siapa wanita yang akan kunikahi? Aku tidak pernah pacaran. Aku takut terjebak melakukan perbuatan yang tidak baik. Alternatif calon juga tidak ada. Jadi, siapa yang akan kulamar?
Sebenarnya, aku bisa minta bantuan kepada orang lain. Mama, kerabat atau kolegaku dengan senang hati pasti akan berusaha membantu. Tetapi, sebelum meminta bantuan orang lain, aku akan sholat istikharah dulu. Aku ingin melangkah dengan tenang.
Dan terjadilah keajaiban itu. Setelah dua kali sholat, tiba-tiba Laras muncul dalam mimpiku. Begitu jelas. Laras? Aku tercengang. Laras adalah teman kuliahku di Pasca Sarjana. Sudah hampir dua semester ini aku kuliah lagi di salah satu PT terkenal di Jakarta. Ia sangat cerdas dan rasional. Ia juga kerap membantaiku dalam diskusi-diskusi di ruang kuliah.
”Menurut saya, teori yang saudara gunakan untuk menganalisa persoalan ini tidak tepat. Terlalu dipaksakan…” Komentar Laras saat membantaiku seminggu sebelumnya terngiang kembali di telingaku. Komentar yang diucapkannya dengan santun itu selalu membuatku gelagapan. Komentarnya selalu logis, ilmiah dan sulit dibantah. Sudah berkali-kali aku dan teman-teman ’dibantainya’.
Ya, mengapa harus Laras? Perempuan yang kepribadiannya begitu kuat dan tenang, sampai tidak ada pria yang berani menjalin hubungan lebih dekat dengannya. Sebenarnya Laras baik, sangat baik. Ia tidak pernah segan membantu orang lain atau berkata kasar. Tetapi aku benar-benar sungkan menghadapinya. Apalagi membayangkan harus melamarnya.
Mimpi itu juga menyisakan pertanyaan buatku. Benarkah ini isyarat Allah? Atau, aku diam-diam menyukainya sehingga sosok Laras muncul dalam mimpiku. Aku bimbang.
“Bagaimana, Bram?” Mama meminta kejelasan dariku dua minggu kemudian. Aku hanya mampu tersenyum kecut.
“Belum ada calon? Apa perlu Mama bantu?” Mama menatapku.
Aku tergagap. “Tidak perlu, Ma. Saya akan mencoba mencari sendiri saja.” Mama tersenyum. Aku menarik napas lega. Untuk sementara aku berhasil menenangkan Mama.
Malamnya, aku mencoba menenangkan diri dan mulai sholat istikharah lagi. Kali ini, aku mencoba lebih tenang dan pasrah kepada Allah. Aku mencoba melepaskan segala kebimbangan dan sungguh-sungguh meminta keputusan-Nya.
Aku berjalan bersisian dengan Laras. Begitu dekat. Laras tersenyum. Manis dan sangat lembut. Mimpi itu lagi! Aku terbangun menjelang pukul tiga dinihari. Sebentuk perasaan aneh masih sempat kurasakan saat aku terbangun. Indah!
Apakah Laras memang jodohku? Pertanyaan itu kembali bermain dalam benakku. Aku mencoba menelisik kembali kejernihan hatiku. Benarkah aku memang tidak terobsesi kepada Laras? Aku mengurai kembali semua interaksiku dengan Laras. Sejak pertemuan pertama.
”Saya Laras!” Ia memperkenalkan diri dengan lugas, tanpa senyum. Juga tanpa jabat tangan. Aku hanya mengangguk.
”Bram.” Aku menyebutkan namaku. Dingin, tapi cukup sopan. Itu kesan pertamaku. Ia tidak genit atau cerewet seperti satu dua orang perempuan yang pernah kukenal. Seingatku, tidak pernah ada momen istimewa antara aku dengan Laras. Benar-benar hanya hubungan antar teman kuliah. Aku malah lebih akrab dengan Susi, teman kuliahku yang lain. Aku juga tidak pernah merasa ’aneh’ saat berinteraksi atau berpapasan dengannya. Bahkan ketika aku nyaris bertabrakan dengannya. Semua wajar dan biasa saja.
So? Aku masih tetap ragu. Kuputuskan untuk menunggu sampai benar-benar merasa yakin. Dan selama masa menunggu itu, terjadi suatu peristiwa yang semakin membuatku merasa ciut menghadapi Laras.
”Maaf…” Laras mengacungkan tangan. Semua mata tertuju kepadanya. Aku menahan napas. Apa yang akan dikatakannya kali ini. Aku berdebar-debar menunggu komentarnya atas makalah yang kupresentasikan.
”Menurut saya, makalah ini tidak memenuhi kualifikasi ilmiah.” kata-kata itu diucapkannya dengan nada meminta maaf. Aku terkejut. Makalah ini memang kusiapkan dengan terburu-buru. Pekerjaanku di kantor sedang bertumpuk. Beberapa teman menggumam. Dosenku tersenyum kecil. Ia sudah biasa menghadapi Laras.
Aku tersinggung dan merasa dipermalukan. Ini adalah komentar paling tajam yang pernah dilontarkan Laras kepadaku. Walaupun kemudian aku bisa menerimanya saat ia dengan argumentatif menjelaskan kelemahan makalahku.
Kejadian itu membuatku semakin ragu. Entahlah, barangkali aku merasa tidak siap mempunyai istri yang dapat membantaiku setiap saat. Atau mempertanyakan kebijakanku sebagai suami. Aku memang tidak terbiasa dipertanyakan seperti itu. Kedudukanku sebagai anak tertua dan tulang punggung keluarga membuat adik-adikku dan Mama memperlakukanku secara istimewa. Apa kata Mas saja, terserah Mas… Selalu itu yang kudengar dari mereka. Kalaupun mereka tidak sependapat denganku, tidak pernah ada yang secara lugas menyatakan ketidaksetujuannya. Begitu juga dengan bawahanku di kantor.
Aku semakin tidak berani menghadapinya setelah peristiwa itu. Jadi, untuk sementara aku terpaksa menenangkan diri lagi. Tapi desakan dari Mama tiga hari yang lalu membuatku terpaksa bertindak.
”Bram, mungkin sudah waktunya Mama membantu. Sudah sebulan, dan kamu belum juga bertindak apa-apa. Mama sudah semakin tua, Bram. Belakangan ini, Mama semakin sering sakit. Mama tidak ingin terjadi sesuatu pada diri Mama sebelum kamu menikah…” Mama berkata setengah memohon. Aku menunduk.
”Bram…”
Aku menatap Mama. Mama menarik napas panjang. Aku menunggu Mama bicara.
”Kalau tiga hari lagi tidak ada keputusan, Mama akan mencari calon untuk kamu. Kamu kenal Nita? Anak Bu Retno? Nita baik, lho… Dia juga cantik dan terpelajar…” Bla…bla…bla. Hampir lima belas menit Mama bercerita tentang Nita. Aku kenal Nita. Nita memang baik, tetapi bukan itu persoalannya. Aku ingin menuntaskan masalah Laras dulu.
Tidak ada jalan lain. Akhirnya, kumantapkan hatiku untuk bicara dengan Laras. Tapi, bagaimana caranya? Lewat telepon? Nomer telepon Laras saja aku tidak punya. Atau, mengajaknya bicara secara langsung? Bagaimana kalau ia menolak dan membantaiku seperti ia membantai makalahku?
Akhirnya, kuputuskan untuk meminta nomer telepon Laras dari Susi. Aku berhasil menghindar dari pertanyaan Susi dengan memberinya sebentuk senyuman aneh. Untungnya, ia tidak bertanya lebih jauh.
Malamnya, aku mencoba menelpon Laras. Aku menggenggam Hp-ku dengan perasaan tidak karuan. Dengan tangan gemetar aku menelponnya.
”Halo, Assalamu’alaikum!” Suaranya terdengar tegas. Tiba-tiba aku merasa tidak siap berbicara dengannya.
”Halo! Halo!”
Aku mematikan Hp-ku. Looser! Gerutuku dalam hati. Aku benar-benar tidak berdaya.
”Bram, waktunya tinggal hari ini.” Mama menatapku serius saat aku berpamitan tadi pagi.
”Ya, Ma. Aku usahakan.” Aku menjawab ragu.
Jadi, hari ini, mau tidak mau aku harus bicara dengan Laras. Aku berangkat ke kampus dengan gugup. Sampai di kampus, aku mencari-cari Laras. Sosoknya tidak kelihatan sampai kuliah dimulai. Lebih kurang lima belas menit setelah kuliah dimulai, Laras muncul. Ia menuju kearahku dan mengambil tempat di sebelahku, satu-satunya tempat kosong yang tersisa siang itu. Laras duduk dengan tenang di sebelahku dan segera mengikuti kuliah. Aku semakin gelisah. Tubuhku mulai berkeringat.
Kuliah usai. Aku menunggu kesempatan untuk bicara dengannya. Aku sengaja memperlambat berkemas sambil menunggunya. Satu persatu teman kuliah meninggalkan ruangan. Akhirnya, setelah ruangan cukup sepi, aku memberanikan diri untuk bicara dengannya.
”Laras! Boleh saya bicara?”
Laras menghentikan kesibukannya membereskan buku-buku dan beberapa makalah yang berserakan.
“Ya.” Ia melanjutkan kesibukannya tanpa menatapku sama sekali.
Tanganku gemetar. Suaraku tersekat di tenggorokan.
”Ada yang bisa saya bantu?” Laras akhirnya melihat ke arahku. Ia mulai kelihatan tidak sabar dengan sikapku. Ia sudah selesai membereskan buku-bukunya.
Aku masih tidak mampu bicara. Keringat dingin semakin membasahi tubuhku. Ya Allah, aku benar-benar grogi.
”Bram!” suara Laras meninggi.
Aku menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri sejenak. Yudi, satu-satunya teman yang masih berada di ruang kuliah menoleh ke arah kami.
“La..ras…” Suaraku tersendat.
Laras menatapku bingung.
“Ehm…would you…ehm…marry me?” aku tergagap. Akhirnya, keluar juga perkataan itu dari mulutku.
Laras menatapku heran. Ia menunduk, berpikir sejenak. Aku menunggu. Rasanya seperti menunggu sebuah vonis.
”Kupikir, itu bukan ide yang baik.” Katanya setelah beberapa menit terdiam. ”Aku duluan, Bram. Assalamu’alaikum…”
Aku terpana. Aku masih juga terpana saat tiba-tiba Yudi menepuk pundakku.
“Apa tidak ada cara yang lebih romantis, Bung?” Yudi tersenyum. Aku salah tingkah.
Begitulah, proses perjodohanku terpaksa kandas di tengah jalan. Aku tidak patah hati. Tentu saja karena aku memang tidak pernah jatuh cinta pada Laras. Tetapi kuakui, aku cukup terpukul dengan kenyataan ini. Ternyata, aku tidak cukup pandai membaca isyarat Allah. Atau, caraku yang tidak baik? Melamar di ruang kuliah tanpa prolog seperti itu memang naif sekali.
Sore itu aku pulang dengan lemas. Mama duduk di teras, sedang asyik dengan koran sore dan secangkir teh hangat. Setelah mencium tangan Mama, aku menghempaskan tubuh di kursi.
Mungkin Mama bisa menangkap kegetiranku. Mama mengusap rambutku. Aku bersyukur Mama tidak membuka pembicaraan mengenai perjodohanku. Aku tidak siap.
Sepanjang sore itu aku mencoba menenangkan diri. Aku mencoba bersikap realistis menghadapi kenyataan ini. Aku percaya, Allah akan memberikan seorang pendamping untukku.
Pikiranku masih tidak menentu saat aku bangun tadi pagi. Aku sholat istikharah lagi tadi malam. Tapi kali ini, aku tidak memperoleh isyarat apa-apa. Akhirnya, kuputuskan untuk bicara dengan Mama. Toh, Nita gadis yang baik juga.
Aku mendahului bicara sebelum Mama bertanya tentang keputusanku.
”Ma…”
”Ya? Kenapa, Bram?”
”Aku…” Aku terdiam sejenak. Aku baru akan melanjutkan ucapanku saat sebuah pesan masuk. Aku meraih HP yang tergeletak di meja dengan enggan.
Laras???
Apa lagi yang akan dikatakannya sekarang? Berdebar aku membuka pesannya.
Setelah saya pikirkan lagi, ide kamu tidak terlalu buruk. Tawarannya masih berlaku?
Aku terpana. Hidup memang penuh kejutan.
(Pasar Minggu, 16 Januari 2003)
Sumber : Majalah Ummi, No. 10/XIV Februari – Maret 2003/1423 H
cerita yang sangat menarik……saya suka cerita ini….masuk di akal……(majalah ummi) memang bagusbgt…..
ceritanya sangat menyentuh,haru, dan gampang untuk di mengerti………
kreasikan cerita2 yg bagus2…….ak suka bgt….. Good Luck…..buat yg mengirim……
bagussss…….mmg trkadangjodoh it dtgny sprti ituuu..
jodoh itu Iya biasa datang sendiri,biasa nanti di cari,biasa nanti di kejar,biasa juga nanti di paksa.
subhanaallah..
beneran…..top abiz
bener2 kalo dah pasrah ma keputusan ALLOH
maka Dia beri yg terbaik
meskipun tak pernah terfikirkan oleh Qt
semua begitu nyata
membuka ruang berfikir qt
bahwa ga da yg mungkin bagi ALLOH
subhanallah
keren bgt ceritanya, bener2 ga disangka2 akhirnya.
jodoh memang ditangan ALLAH.
cita nya emng bguz…
alngkah bguz yah kalo gue pnya cita sma sprti ini..
hepy endng =)
lega bgt klo baca cerpen yg nyambug!N happy ending!
jodoh itu takdir….
takdir itu ikhtiar….
nah klo qt g ikhtiar gmn bs dpt jodoh?
ok..
Bagus bgt aku suka caraku, mungkin aku sama km bernasib sama cuma kedudukan nya berbeda, aku akan coba shalat istiquroh
aku juga lagi dapat masalah.
Bagus bgt aku suka cara km menyelesaikan masalah, mungkin aku sama km bernasib sama cuma kedudukan nya berbeda, aku akan coba shalat istiquroh
aku juga lagi dapat masalah.
bagus, emang kalo jodoh gak akan kemana.
keren!!!
Allah slalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya,,
aku juga bertemu dengan orang yang sebelumnya belum aku kenal sama sekali karna jarak kami terlalu jauh, namun Allah mempertemukan kita dalam sebuah cinta yang indah setelah sekian lama aku menelan pahitnya cinta,
Allah akan melihat seberapa besar usaha kita untuk mencapai takdirnya,,,
terima kasih ya Rabb atas hadiah terindah ini…
I LOVE HENDRA
kereen abiz…!!!!
yupz,emank benar ALLAH tidak akan salah pilih untuk menentukkann jodoh seseorang…
jadi pengen nikah neh hHeuhEu…
poko’e…tu cerita keren abiz….!!!
ceritanya keren,
simple tapi “dalem” bgt,,,,
waaaaaaaaaaaah.., keren abiiiis ceritanya. simple tapi daleeeeeeeeeeem
Saluut….
Allah selalu ngasih yg terbaik bwt hamba-Nya kapanpun dan dimanapun..anugerah-Nya tak pernah berhenti.
Keren abis ceritanya…………. hatiku smpi berdebar2 utk membaca ending ceritanya.ALLAH SWT Maha Besar…….. krn bagi setiap manusia yg selalu berserah diri kepada NYA akan diberikan jalan yang terbaik.
Allahu Akbar………….
asli bikin orang bisa melayang kegirangan…. seandainya hidupku sesempurna bram hehehehe….
crtanya bagus dan bikin motivasi utk gue nikah.
waahhhh….bikin hati berdebar2
setelah membaca cerita di atas
sungguh luar biasa
allahuakbar…!!!
cerita yg indah,happy ending..
cerita ini mmotivasi aku tuk mncari jodohku..
sholat istqoroh yuuk..
Y(^^)Y
aku emank g pecaya yang namanya cinta, bagi aku cinta itu mengancurkan aku
keren ceritanya bahkan mirip seperti kisah nyataku. aku juga sudah lama gak mempunyai pacar tapi mama seringkali tanya kapan kawin ?
cuman bedanya aku sudah tertarik dulu sama kenalan lamaku meski belum pernah sholat istikharah. ehhmm … sebegitu dahsyatnya sholat istikharah yaaa. coba aku terapkan segera.
dan mudah-mudahan aku berani untuk ungkapkan kalau aku benar-benar sayang sama dia.
tapi pembaca wanita yang belum mendapatkan jodoh, boleh coba-coba kenalan sama aku di 77363814, 085731631161. aku di surabaya. (maaf… mas numpang promosi) aku doakan artikel ini laris dan banyak yang membaca.
jelek pol
hidup ini memang penuh dg kejutan (seperti kata pengarang),,,,,,mudah2an kejutan”jodoh”untuk aku segara dateng….
“Menerima kelebihan orang lain itu mudah, tapi menerima kekurangan orang lain itu tidak mudah, dan tidak semua orang akan sanggup tuk menerimanya kecuali orang-orang yang tulus hatinya.”
ALINA – Yogyakarta
myrosecool@yahoo.co.id
PASANGAN HIDUP
ceritanya bagus.. jujur aja cerita ini setidaknya mengingatkan saya untuk tetap berdoa tentang jodoh dan saya yakin jidoh hanya Allah yang tau. di usia saya yang sudah 25 thn.. sedikit banyak cerita di atas sama dengan saya… mama sudah beberpa kali mengingatkan saya tntang pernikahan secara saya seorang wanita dan anak pertama pula. mudah2an dengan baca in sya bisa lebih tawakal, dan bersabar atas rencana yang allah kasih untuk saya… amin
Subhanallah, sholat istiqarah selama 1 bulan dan memang betul-betul ada jawaban disaat berada di persimpangan, memang sich beda2 dikasih petunjuknya,aq ga pake mimpi tp semua terjawab dan insyaallah sebentar lagi aq menikah..doakan lancar ya:)
kereen ceritanya ampe
menusuk,terasa,terbawa
ke dalam hati
masa iya sih begitu mudahnya, apa iya kan belum kenal amat laras dengan bram..kok ambil keputusan begitu mudah buat laras ?
Klo Qt berpasrah & percayakan sepenuhnya tentang hidup mati Qt pada Allah, maka Qt akan percaya jg apa yang Allah kasih ke Qt adalah yang terbaik untuk Qt.
Orang tua Qt aj ingin yang terbaik untuk anaknya,,
apalagi Allah yang miliki jiwa raga Qt,,
Pertimbangannya cuma 1, Dia dan lingkungan keluarganya bagus nggak religi-nya.
Allah itu sayang sama Qt, percayalah.
cerita in mamang sngat menarik,,cmpai2 drq in pengin punya cinta n d cintai…maklumlah drqu in d lhirkan dngan orang yg tdk prnah menjalin cnta,
subhanallah…..Allah maha mengetahui segala-galanya
Allah sangat sayang kepada hambanya yang beriman kepadanya, Allah pasti akan memberikan yang terbaik bagi hambanya yang bersyukur.
Ya Allah berikanlah hamba jodoh yang terbaik bagi hamba,yang bisa membahagiakan hamba di dunia dan di akhirat…..Amiin
Ceritanya menarik, dan saya termasuk tipe cowok seperti bram. Saya yakin janji Allah pasti datang dengan usaha dan doa. Salut tuk penulis cerita ini.
wah ceritanya seru,gw jg skr sdang istikharah mdah2an menjelang dia melamar aku desember ini, doakan yah mudah2an dia emang yang terbaik buat aq txs
Alloh tidak akan tega membiarkan hambaNya sendiri terlalu lama
Subhanallah
subhanallah……
Aq prcy klo kita berdo’a dengan sungguh2 Allah pasti akan mengabulkan…..
aq skrg jg lg di’uji’.aq uda sholat istikharah.tp aq lom dpt jawabannya.tp aq yakin Allah pasti memberikan yang terbaik bagi kami berdua.
aq akn terus bersabar menanti hasilnya…..
semoga berakhir Happy Ending….
amin…3x yrbbl alamin……
mohon do’anya y semua…..
thankz to all….
Subhanallah! Crita yg bagus! Inspiring! Smakin yakin bhw Allah sll ada utk mnjwb smua doa hamba2Nya yg sungguh brtawakal dan taqwa pdNya.
ya allah…subhanallah….Bener2 aq banget cerita ini.sayangnya aq blm mendapatkan jodoh yg dijanjikan allah itu untukq.tp stlah baca ini aq percaya allah pasti sudh mempersiapkan pangeran terbaikq.tiggal tunggu waktunya aj,sabar lia.allah pasti sayang koq sm km.percaya deh. mencari jodoh neh…call me 081330691681.
lucu masa blum terlalu kenal langsung ngajak kwn yang bner aja, tp critanya bagus kok mungkin ini adalah awal dari cinta yg sejati gak kayak artis2 yang seenaknya kwn trs putus gtu aja modalnya juga banyak lagi
ceritanya keyan abieZ dEch pokoknya.
ceritanya oke bgt,bkin aq smgt lgi tuk dptin jdoh..q yakin Allah pasti kan ptemukan jdoh q,
Manusia boleh berencana tapi Allah berkehendak, tapi kalau Laras itu seorang Janda beranak 2 apakah bram akan mau menerimanya dengan tulus???????
indahnya, tak ada yg pernah tahu dari mana datangnya…
manusia yg kelak kendampingin mu…..
hanya ALLAH SWT yang maha mengetahui, maka hanya kepada NYA lah kita memohon petunjuk….
maha suci Allah yg telah mengatur kehidupan ini begitu selaras…… ceritanya membuatku semangat untuk lebih mendekatkan diri kepadaNya….amin
uuuh…….seru bgt…….aku suka duehhh…!!!!
ceritanya oke bgt,bkin aq smgt lgi tuk dptin jdoh..q yakin Allah pasti kan ptemukan jdoh q,
luar biasa.. posisi bram seperti posisiku sekarang.. jadi mau serius solat istiharoh.. semoga juga cepat dapat jawaban.. mohon doanya ya..
aq jg prnah jujur ngungkapin prasaanku pd seorg cwok pujaanku…kuutarakan dalamnya syg & cintaku serta impianku hidup bsamanya…dia cukup mgerti apa yg kuungkap tp sygnya mmg wktu blm bpihak padaku krn stengah hatinya tlah tertambat pd yg lain….jujur aq sulit mlupakannya bhkan hgg skrg hati kcilku msh bharap suatu hari hatinya bs brpihak padaku. andaikan saat itu tiba…
Subhanallah…cerita ini mengingatkan saya dulu, hampir mirip dengan yang saya alami, tapi semua itu benar…utk mendapatkan yang baik itu memang berat, susah dan penuh perjuangan tapi hasil yang di dapat melebihi harta yang selama saya miliki yaitu seorang wanita soleha yang tidak pernah terbayang selama hidupku tiba2 muncul dengan jarak yang jauh (sumatera – sulawesi) menerima lamaran ku dan alhamdulillah sampai skg kami bahagia dan dikaruniakan seorang anak laki2 yang lucu dan sehat…..berjuang lah di jalan allah…selama kita berusaha dijalan yg benar pasti kita akan mendapat yang baik juga……
kapan q bertemu jodoh q,cinta q sering ga2l d tengah jl.umur semakin lm semakin bertambah.q malu ma tmn2 q.YA ALLAH kpn KAU temukan jodoh q
kalo menurut saya ini ga logis sih,,,masak cuma berdoa saja tanpa usaha sedikit pun,,,harusnya kan seimbang,bagaimana kalo tanpa ada pendekatan personal,pada akhirnya di tengah masa pernikahan menjadi tidak cocok dan akhirnya cerai???sorry mungkin jalan pikiran kita berbeda.memang slalu ada pro dan kontranya
q ngk bsa ngasih komentar apa2 ma u!!!!!!!!
???????????????????????????????????????????????????????????
ga ngasih komentar tapi komentar
Nice story!
soo…sweet keren2 akhirnya setelah ditunggu-tunggu keluar jg perkataan itu.. wah aku mau tuuh yang kyak bgitu…..
ceritanya bgs, jd temotivasi ni.
Kenapa cerita’a berakhir sampai di situ aja. Kenapa kagak dilanjutkn sampai tahap pernikahan….
Ya setuju harusnya sampai ke tahap pernikahan, happy ending gitu.
top markotop….tp tanggung…sampai dikenalin sm mamanya
kek…atau apa kek…tp bgs kok ceritanya
Saya suka cerita ini nggak kacangan, saya juga suka dengan figur laras yang mengisyaratkan sosok wanita yang berkepribadian kuat dan enggak “ganjen”
kagak ngarti ah
subhanallah,………..ternyata bru kusadari begitu dahsyatnya sholat istiqarah,aku mo coba deh jalaninnya.Moga ALLAH segera kirimin jdoh yg terbaik untuk ku.menurutNYA.amiiiin.
Tq yah buat inspirasinya.N ceritanya good,good,good…..
allahu akbar….
Subhanallah,kunfayakun…ternyata klo ALLAH sudah berkehendak
maka terjadilah.
makasih buat inspirasinya, aq juga mau coba.
Cerita Nich Membuat Aq Berpikir Klau Jodoh, Mati, Rezeki Emang Allah Yang Sudah Atur Semua Nya….
ceritanya hebo bangat Cuma Bram belu PD untuk mengejar Laras…Moga2 semua pembaca bisa tertarik, bagi gw lumayan ceritanya seruh don…..
bagus,tpi aku mau thu klnjutannya apa?
ceritanya cukup menarik tetapi ada yang kurang yaitu kok ceritanya hanya sampe pertemuan dengan calon suaminya aja. lanjutin dong.
Alloh SWT maha kuasa, Kun faya kun. (kehedak Alloh akan terjadi) Alloh sudah mentakdirkan jodohnya masing” manusia. very good…. ceritanya.
Subhanallah,,
Ketika kita serahkan sepenuhnya tangan Allah yang mengatur hidup kita, maka tak ada yang lebih indah dan damai daripada-Nya. Langkah Qt serasa hidup dalam mukjizat-Nya. Tak ada yang mustahil ketika Allah berkehendak. Cinta terasa begitu dasyat dan agung ketika Allah menjadi pihak ke-3 diantara kisah cinta hamba yang berpasrah pada-Nya, karena Dialah pemilik dari segala Cinta.
Mantep bgt critanya tapi… Cpet bnget mau nya,kan lom terlalu mengenal, call me 085252386114 yg mau dilamar & dikenal.
numpang promosi nee..
asyik juga cerita lu ….
lucu ya…laras cwek jutek ketemu bram yang pemalu. buat kisah lanjutannya dong, ceritain gimana kehidupan mereka setelah menikah. pasti seru….
blom d baca tapi kayaknya supeeerrr jeeeleeeeeeeeekkk dechhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
ceritanya bagus baget. dan jg lupa peran org tua sangat berarti buat kita saya yakin org tuanya turut ber do’a demi kelancaran anak nya. amin
Critana sngt bagus, membuat pembaca penasaran apa dan bagaimana akhir ceritanya…
pokoknya bagus bangat dech…
hehehe, bagus
Allahu akbar….
cmua yg sdh allah kehendaki walau bgai mana pun pasti akn terjadi jg..
Wah, mantab tenan ceritanya…
http://gen22.blogspot.com/2010/03/zodiak-remaja.html
seperti yang Alloh firmankan, “Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu”
saya juga sedang dalam episode pencarian itu,,,semoga Alloh cepat mempertemukannya amiin.
Hm,,,,,
ceritanya benar2 unik dan penuh dengan kejutan,,
aku suka caranya…
oke lanjutkan………………..
tks !!!
ceritanya mantap…. membuat kita sadar akan betapa besar kuasa-Nya…!!!
ya, bagus, memberi inspirasi..
seeep..
gw jg yakin suatu saat nanti gw bkakn ktmu jodoh gw..
hmmmmm..ALlah akn memberikan keindahan tepat pd waktunya nanti..
Wonderfull…
aQ suka…semoga aQ bs mndptkan jodoh terbaik sprti bram…
Insperable.
Berharap cerita fiksi semacam ini bener2 bisa kejadian di dunia nyata.
(dunia nyata_ku maksutnya)
^^
subhanallah…
Allah Maha Mengerti apa yang dibutuhkan setiap mahluknya dan kapan waktunya ya…
wah mantap neh,
aku juga ngalamin hal kayak gni,
cuma beda nya bukan utk married, masih panjang soalnya kalo maikir kesana dgnn usiaku yg skrg baru beranjak 22..
hehehe
memang lah, ALLAH punya cara tersendiri utk berinteraksi dgn makhluknya, semoga cerita aku juga berakhir seperti ini !!
hehehe
ha ha ha..
bgus bnget cerita nya,,
sep suka banget..snagt.
mungkin jch itu takdir dari-Nya..^,^
ha ha ha…
bgus banget cerita nya..
sep suka..banget mlahan..
mungkin takdira dari-Nya
“my smile I give for everybody but my love I give just only one person.” but now I have broken hearts ihiks ihiks ihiks…. Hancur da gue, tp saluuuuuuuuttttt ma cerita ne bkin gue bangkit lgi yg jelas bukan dr kuburan.salam buat om gen nongol jg ye d sni, gue sering nongkrong d cerita cinta remaja ….by by sindrom patah hati.
cinta untuk sesama manusia bukan lah cinta yg abadi.
cinta itu hanya ada di dongen……..
cinta yg sebenar nya adalah.
cinta kepada ALLAH DAN RUSUL nya…………
cerita cinta memang tiada henti yang akhirnya membawa sejoli ke pelaminan,,
bagus sekali artikelnya,,
waaaahhhhhh sneng’y…. hebat hebat…. pngen crita lg dunk… d tunggu y
sippp.bngtz dech critanya.
bwat gw hrs kmbli ke jalan yg bner..
endingnya nanggung
keren ceritanya ,hampir mirip dgn hidupku yg skarang
I love this story …. inspiring …. and imagination …..
Ternyata Jodoh Tak kemana’ … Nice Artikel
Berita Terkini Ramaja, Kata-kata bijak, Mutiara, Cinta, Ramalan Zodiak, Lamaran Kerja Tebaru
jempol f u
gk ada yang mustahil didunia ini…
ceritany bagus,terkadang jalan hidup menbuat kita larut dalam tangung jawab yang mestinya belum saatnya kita dibebani,namun kita sadar kita harus keluar dari masa alah itu tuk bisa menata hidup yang lebih baik.tapi bagai mana caranya?????Ya pada Allah lah kita minta petunjuk.
Subhanaallah … ceritny bgzz ,,
keren abis,,,islami bgt…salam ya buat selma.
so sweeet
keren ihk ceritha nyha…selamet iia
Cerita yg unik dg alur yg tdk trduga, namun ttp pnya pesan yg kuat,
Subhanalloh… mdh2an alloh juga memberikan yg terbaik untuk aku secep
Ceritanya sangat memuaskan.
Seakan-akan ingin trus mengulangi tuk membacanya.
T’rimakasi sudah membuat cerita rebagus ini.
cerita ini bagus di ketahui dan di jadikan contoh tauladang fit…..!!!!
Aku sekarang lagi merasakan seperti tokoh utama neh…. Ikhlas dan berserah, اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ akan diberi kemudahan
yang paling penting bisa bersyukur……..!!!!
betul bgt itu, yg penting jangan pernah lupa untuk bersyukur…. ^_^
wah aku bangat tuh, aku juga ga pernah brani klo ngucapin kata2 cinta gan.
ujapkan saja kata cinta na2nk biar di balas gak ada ruginya.
bagus… kuasa Allah yang benar2 diluar kemampuan manusia..
I Like it…
cerita yg amat bagus ..
ucapkanlah saja cintamu, walaupun pahit rasanya…
mantab ni artikelnya…………….
lam kenal gan….
bagus deh top abis