Cerita Cinta

ingin selalu mencintai dan dicintai karena-Nya

Cinta Sepotong Mimpi

Penulis : Hara Hope*

 

Dapatkah seseorang mencinta hanya karena sepotong mimpi? Mustahil. Namun, adikku semata wayang mengalaminya – setidaknya itu yang diakuinya.

Gadis yang dicintainya adalah Lala, adik sepupunya sendiri. Wajar, bukan? Bahkan, menjadi halal saat kedua orang tuaku kemudian berpikir untuk meminangnya.

Semua berawal dari penuturan Jamal. Ia bilang, ia memimpikan Lala sebagai gadis yang diperkenalkan Ibu kepadanya sebagai calon istrinya.

“Kami sudah saling mengenal, Bu,” kata Jamal dalam mimpi itu dengan malu-malu. Gadis itu pun mengangguk dengan senyum malu-malu pula.

Sebenarnya Jamal tidak terlalu meyakini gadis itu adalah Lala. Wajahnya samar terlihat. Namun, Jamal merasakan aura gadis itu cukuplah ia kenal. Hebatnya, ini diperkuat oleh ayah kami. Di malam yang sama, beliau bermimpi tentang Jamal yang duduk di kursi pelaminan bersama Lala! Apakah ini pertanda? Entah. Hanya saja, sejak itu aku merasakan pandangan Jamal terhadap Lala berubah.

Mereka sebenarnya teman bermain di waktu kecil, namun tak pernah bertemu lagi sejak remaja. Keluarga Lala tinggal jauh di Surabaya, sementara kami di Jakarta. Kami jarang berkumpul, bahkan saat lebaran, sehingga kenangan yang dimiliki Jamal tentang Lala adalah kenangan di masa kecil dulu sebagai abang yang kasih kepada adiknya. Kasih dimana sama sekali tak terpikirkan untuk memandang Lala sebagai gadis yang pantas dicintai, bahkan halal dinikahi. Namun, mimpi itu mampu menyulap semuanya menjadi…cinta (?).

Mari katakan aku terlalu cepat menyimpulkan sebagai cinta. Barangkali saja itu hanya pelangi yang tak kunjung sirna mengusik relung hati adikku. Pelangi yang mampu merubahnya menjadi sok melankolis hingga membuat kami sekeluarga khawatir melihat ia kerap termenung menatap kejauhan, untuk kemudian mendesah perlahan.

“Mungkin kau harus menemuinya di Surabaya,” kata Ibu.

”Rasanya tak usah, Bu. Masak hanya karena bunga tidur aku menemuinya,” jawab Jamal.

”Barangkali saja itu pertanda.”

”Bahwa Lala jodoh saya?”

”Bukan. Bahwa sudah lama kau tak mengunjungi mereka untuk bersilaturahmi. Biar nanti Mbakmu dan suaminya yang menemanimu kesana.”

Jamal tertegun sejenak untuk kemudian mengangguk.

Wah, pintar sekali Ibu membujuk. Padahal tanpa sepengetahuan adikku yang pendiam itu, Ibu menyerahi kami tugas untuk ”meminang” Lala. Ibu betul-betul yakin mimpi itu sebagai pertanda sehingga memintaku menanyakan kepada Lala tentang kemungkinan kesediaannya dipersunting Jamal.

”Kenapa tidak minta langsung saja pada Paklik? Biar mereka dijodohkan saja,” kataku waktu itu.

”Ah, adikmu itu takkan mau.”

”Tapi…”

”Sudahlah. Ibu tahu Jamal belum terlalu dewasa. Kuliah saja belum selesai. Tapi setidaknya ia memiliki penghasilan dari usaha sambilannya berdagang, ‘kan?”

“Bukan itu maksudku. Apa Ibu yakin Jamal mau dengan Lala? Barangkali saja mimpinya hanya romantisme sesaat.”

Ibu tercenung. Aku yakin Ibu belum memastikan ini. Yang beliau tahu hanya Jamal yang bertingkah aneh. Itu saja. Selebihnya ia perkirakan sendiri. Sepertinya justru Ibulah yang ngebet ingin meminang Lala.

”Kupercayakan semua itu padamu.”

Walah! Berarti tugasku berlipat-lipat! Selain memastikan kesediaan Lala, aku pun harus memastikan perasaan adikku sendiri.

***

Ia diam. Sudah kuduga reaksinya begitu jika kutanyakan tentang kemungkinan perjodohannya dengan Lala.

“Kamu mencintainya?” Aku mengganti pertanyaan. Kali ini Jamal malah terkekeh.

”Mungkin… Entahlah. Rasanya tak wajar.”

Tentu saja tak wajar! Bagiku, mencinta karena sepotong mimpi hanya omong kosong. Lagi pula Jamal tak tahu seperti apa wajah dan kepribadian Lala dewasa ini. Aku pun tak tahu.

“Santai saja, Mal. Tak usah dipikirkan. Yang penting kita tiba dulu di sana,” kata Bang Rohim, suamiku.

***

Setiba di Surabaya, kami disambut keluarga Lala hangat.

”Wah, iki Jamal tho? Oala, wis gedhe yo?!” ucap Bulik.

Jamal hanya tersenyum. Apalagi saat pipi gendutnya dijawil Bulik seperti saat ia kanak-kanak dulu.

”Mana Lala, Bulik?” tanyaku saat tak mendapati anak semata wayangnya itu.

”Ada di dapur. Sedang bikin wedhang.”

Aku segera ke dapur. Aku sungguh penasaran seperti apa Lala sekarang. Kulihat seorang gadis di sana. Subhanalah, cantiknya! Ia mencium tanganku. Hmm, santun pula. Cukup pantas untuk Jamal. Tapi, aku harus menahan diri. Kata Bang Rohim, butuh pendekatan persuasif untuk menjalankan misi ini. Aku tak yakin aku bisa sehingga menyerahkan sepenuhnya skenario kepadanya.

Tak banyak yang dilakukan Bang Rohim selain meminta Lala menjadi guide setiap kami bertiga pergi ke pusat kota. Ia melarangku membicarakan soal perjodohan, pernikahan, pinangan atau apapun istilahnya kepada Lala. Katanya, kendati kami keluarga dekat, sudah lama kami tidak saling bersua. Bisa saja Lala memandang kami sebagai ”orang asing”. Upaya melancong bersama ini demi untuk mengakrabkan kembali Jamal, Lala dan aku. Kiranya ini dapat memudahkanku saat mengutarakan maksud kedatangan kami sesungguhnya nanti.

Malam ini saat dimana aku diperbolehkan suamiku mengungkapkan semuanya kepada Lala. Seharusnya memang begitu. Tapi Jamal mendahuluiku. Tak kusangka ia serius dengan perasaannya. Ia utarakan semuanya. Tentang mimpinya, tentang jatuh cinta, bahkan tentang pinangan.

“Mungkin Dik Lala menganggap ini konyol. Abang juga merasa begitu. Tapi, setidaknya sekarang Abang yakin dengan perasaan Abang. Jadi, mau tidak kalau Lala Abang lamar?”

Bukan manusia kalau Lala tidak kaget ditembak seperti itu. Ia tampak galau. Seperti aku dulu. Sayang Lala tak merespon seperti aku merespon pinangan Bang Rohim dulu.

“Maaf, Mas. Aku terlanjur menganggapmu sebagai kakak. Rasanya sulit untuk merubahnya.”

Berakhirlah. Sampai di sini saja perjuangan kami di Surabaya. Jamal tersenyum mengerti, namun kuyakini hatinya kecewa. Cintanya yang magis tak berakhir manis. Kami pulang ke Jakarta dengan penolakan.

Sejak hari itu, Jamal tak terlihat lagi melankolis. Ia kembali sibuk dalam aktivitasnya. Adikku itu benar-benar hebat. Kendati patah hati, ia tak mau larut dalam perasaannya. Bahkan, belakangan aku tahu ia belum menyerah. Setidaknya penolakan itu berhasil mengakrabkan kembali Jamal dengan Lala. Mereka berdua kerap berkirim SMS sekedar menanyakan kabar ataupun saling bercerita. Jamal betul-betul memandang ini sebagai peluang untuk mengubah pandangan Lala terhadapnya.

Waktu kian berganti hingga masa dimana Jamal mengutarakan lagi keinginannya itu. Sayang ditolak lagi. Begitu berulang hingga tiga kali.

Ayah dan Ibu prihatin melihatnya. Mereka tak bisa berbuat banyak. Keinginan mereka untuk menjodohkan saja keduanya Jamal tolak.

”Syarat orang yang menjadi calon istriku, haruslah tulus ikhlas menjadi pendampingku. Atas kemauannya sendiri, bukan pihak lain!” Begitu alasannya selalu.

Terserahlah apa katanya. Tapi ini sudah menginjak tahun kelima Jamal memelihara cinta tak kesampaian ini. Usianya kian mendekati kepala tiga. Cukup mengherankan ia tetap memeliharanya terus. Rasanya tak layak cinta itu dipelihara terus. Ia harus diberangus. Lala bukanlah gadis terakhir yang hidup di dunia. Untuk itu Ibu, Ayah dan aku kongkalikong untuk membunuh cinta Jamal. Sudah saatnya ia mempertimbangkan gadis-gadis lain. Kebetulan ada yang mau. Pak Haji Abdullah sejak lama ingin bermenantukan Jamal dan menyandingkannya dengan Azisa, anak sulungnya. Kami susun perjodohan tanpa sepengetahuan Jamal. Lantas, kami sekeluarga berusaha ”menghasut” Jamal untuk memperhitungkan keberadaan Azisa, temannya sejak SMU itu.

Alhamdulillah berhasil. Hati Jamal mulai terbuka untuk Azisa sehingga saat Pak Haji Abdullah meminta dirinya menjadi menantu, ia tak punya lagi pilihan selain mengiyakan.

***

Kesediaan Jamal memang sudah didapat, namun anehnya ia tak kunjung juga menentukan tanggal pernikahan. Kali ini naluriku sebagai kakak turut bermain. Rasanya Jamal tengah menghadapi masalah yang tak dapat dibaginya kepada siapapun, termasuk Azisa. Saatnya aku menjadi kakak yang baik untuknya.

”Entahlah, Mbak. Rasanya aku tak siap untuk menikah.”

Mataku terbelalak saat Jamal mengutarakan penyebabnya.

”Apa pasal?” tanyaku agak jeri. Aku tak berani membayangkan jika Jamal tiba-tiba membatalkan perjodohan. Keluarga kami bisa menanggung malu!

”Rasanya Azisa bukan jodohku.”

Aku semakin terkesiap. Aku mulai menduga-duga arah pembicaraannya.

”Lala-kah?” tanyaku. Jamal mengangguk pelan, namun pasti.

”Sebenarnya mimpi tempo hari itu tak sekonyong datang. Aku memintanya kepada Tuhan. Aku meminta Dia memberikan petunjuk tentang jodohku kelak. Dan yang muncul ternyata Lala!”

Aku kembali terdiam. Aku benar-benar payah. Sudah setua ini, masih saja tak dapat menjadi kakak yang baik buat Jamal. Aku bingung harus menanggapi bagaimana.

”Maafkan jika selama ini Mbak tak bisa menjadi kakak yang baik, Mal. Bahkan untuk masalahmu satu ini pun Mbak tak bisa menjawab. Hanya saja, kita tak akan pernah benar-benar tahu apa yang kita yakini benar itu sebagai kebenaran, Mal. Termasuk mimpimu. Mbak tidak tahu lagi harus menganggapnya omong kosong ataukah benar-benar pertanda. Kalaulah mimpi itu pertanda, pasti banyak sekali maknanya.”

”Kamu memaknainya sebagai cinta dan jodoh, Ibu memaknainya sebagai silaturahmi dan Ayah memaknainya sebagai tipikal istri ideal bagimu. Bukankah Azisa pun tak berbeda jauh dengan Lala? Mimpi itu nisbi, Mal.”

Jamal hanya mendesah pelan sambil memandang kejauhan. Mukanya masam. Mungkin tak menghendaki aku bersikap tak mendukungnya.

”Mungkin,” lanjutku, ”ini hanya masalah cinta saja. Mungkin hatimu masih hidup dalam bayangan Lala dan tak pernah sekali pun memberi kesempatan untuk dimasuki Azisa. Kau hidup di kehidupan nyata, Mal. Sampai kapan akan menjadi pemimpi?!”

Aku tersentak oleh ucapanku sendiri. Tak kuduga akan mengucapkan ini. Bukan apa-apa. Beberapa waktu lalu kami mendengar kabar Lala menerima pinangan seseorang. Kendati menyerah, aku yakin Jamal masih memiliki cinta untuk Lala. Ia pasti sakit. Aku betul-betul kakak yang tak peka. Aku menyesal. Aku peluk Jamal, menangis sesal.

Jamal turut menangis. Isaknya berenergi kekesalan, kekecewaan, kesepian, keputus-asa-an, bahkan kesepian. Aku terenyuh. Betapa ia menderita selama ini.

“Besok kita batalkan saja perjodohan dengan Azisa, Mal. Itu lebih baik ketimbang kau tak ikhlas menjalaninya nanti. Itu katamu tentang pernikahan, ‘kan? Kita bicarakan dulu dengan Ayah dan Ibu.”

Kupikir ini yang terbaik. Tak bijak rasanya tetap berkeras melangsungkan perjodohan di saat Jamal rapuh begini. Di saat Jamal terluka dan bimbang pada perasaannya. Biarlah keluarga kami menanggung malu bersama.

“Tidak. Kita teruskan saja. Aku ikhlas menjalani sisa hidupku bersama Azisa. Mungkin aku hanya membutuhkan sedikit menangis saja. Aku pergi dulu ke rumah Pak Haji untuk membicarakan ini. Assalamu’alaikum.”

Kutatap kepergian Jamal dengan perasaan tak tentu. Kalau diingat semua ini terjadi karena mimpi. Ya, Allah apakah benar mimpi itu pertanda-Mu? Jikalau benar kenapa sulit sekali terrealisasi? Jika pun tidak benar kenapa banyak orang mempercayai?

Aku terpekur. Maafkan aku adikku. Aku hanyalah insan, yang tak mampu menerjemahkan segala misteri-Nya, bahkan yang tersurat sekalipun. Aku hanya berusaha. Dia tetap yang menentukan. Maafkan aku.

* Juara Harapan IV Lomba Menulis Cerpen Ummi 2004.

 

 

Sumber : Majalah Ummi, No. 12/XVI April 2005/1426 H

 

Maret 31, 2007 - Ditulis oleh antosamudra | pernikahan | | & Komentar

& Komentar »

  1. wooooo.. bagus sekaliyyy___

    Komentar oleh wanita yg udah membaca | Mei 30, 2007 | Balas

  2. keren..

    Komentar oleh friendSTAR | Juni 6, 2007 | Balas

  3. aku kebawa emosi membaca tulisan ini,.
    sungguh ,..sungguh aku kagum,..tulisan yang bagus ,..
    aku suka ,..!!

    Komentar oleh komang_adhi | Juni 23, 2007 | Balas

  4. waaaaaaaa…gue nggak ngerti…ngapain nyudahnya gini aja…nggak dcntinue lorh

    Komentar oleh dida | Juni 27, 2007 | Balas

  5. sebenarnya udah bagus…cuman endingnya gantung banget…

    Komentar oleh opi | Juli 16, 2007 | Balas

  6. Ending terakhirnya dong.. gimana si lala, si Azisa ga dijelasin wataknya… tapi seru sekali..sich.. bagus bgt…

    Komentar oleh NoName | Oktober 26, 2007 | Balas

  7. cinta karena mimpi….??????????
    sama sekali bukan hal yang ga mungkin…
    lebih dari itu,,,juga pernah terjadi…
    hmmmm….buat hati yang penyayang,,,
    4thn kurasa udah cukup untuk menyemai mimpiitu…
    udah terlalu banyak waktu untuk menunggu….

    Komentar oleh ita | Oktober 26, 2007 | Balas

  8. Mimpi itu sebuah cermin dan pertanda, kekuatan cinta dalam mimpi sangatlah luar biasa aku menemukan cintaku karena mimpi sampai sekarang seakan aku gak mau terbangun dari tidurku karena cinta dalam mimpiku cinta yang indah.jadi percayalah mimpi adalah anugerah dari Tuhan yang luar biasa

    Komentar oleh M.Saputro | November 4, 2007 | Balas

  9. anjing anjing, jelek amat pun ceritanya. gak ada yang lebih jelek lagi. anak bayi aja lebih bagus ceritanya bodat

    Komentar oleh mr lee | November 11, 2007 | Balas

    • kata”mu gak kayak orang berpendidikan….

      Komentar oleh chaca | Oktober 8, 2009 | Balas

    • sing apik tho mass…

      Komentar oleh ulin_said | Januari 21, 2010 | Balas

  10. aku g baca ceritanya. coz ceritanya umum. sering denger..

    Komentar oleh ani | November 22, 2007 | Balas

  11. cerita nya bagus, tapi syng gmn kelanjutan ceritanya penulis gak diteruskan. jodoh, takdir,n kematian da ditangan tuhan

    Komentar oleh iseu | Januari 7, 2008 | Balas

  12. aku lum pernah tau/ngerasain cinta lewat mimpi…..
    mang pernah ada yang ngerasain y??
    ceritanya bagus,,,tapi sayang ngga dilanjutin jamal n azisa jadi nikah gak?
    respon azisa’y gmn?
    lala gimana?
    kalo bisa, ceritanya sambung lagi donk….

    Komentar oleh deta | Januari 8, 2008 | Balas

  13. ngga selamanya mimpi selalu menjadi kenyataan, 4 tahun adalah waktu yg cukup banyak untuk saling mengerti,so jamal tidak bisa mengambil kesimpulan klo lala memang hanya menganggap nya sebagai kaka tidak lebih and kok tidak ada sambungannya!!!

    Komentar oleh olinda cardoso | Januari 14, 2008 | Balas

  14. kita hidup ga cuma di dunia mimpi kalee…. emg sih, mimpi itu bisa jadi suatu pertanda.. tp, jgn cm tergantung ma mimpi. semuanya harus bs direalisasikan. kasihan azisa donk,klo musti hdp ma org yg ga cinta ma dy,,,

    Komentar oleh nez | Januari 16, 2008 | Balas

    • saya cman mau kasih inget aja ttg cinta sebenarnya cinta itu adalah anugerah yang terbesar dari tuhan. jadi emang kamu suka ama dia kamu jgn ragu untuk menerimanya karna saya yakin pasti dia juga akan menerima kamu apa adanya

      Komentar oleh Andre Nanulaitta | Oktober 30, 2009 | Balas

  15. Cinta sepotong mimpi.. indah sekali..

    Komentar oleh Fahd Pangeran Cinta | Januari 24, 2008 | Balas

  16. sering aku dapetin pesen dari mimpi. Emang ini hal yg aneh. Mungkin juga spt jamal. Kadang karena mimpi itu aku jadi smkn takut akan hidupku yang bisa melihat kehidupan orang lain atau kehidupanku nanti. Tapi aku bersyukur aku menjadi smkn dkt dgn sang Qoliq. Apapun yg terjadi,semuanya dr Allah

    Komentar oleh icha | Januari 27, 2008 | Balas

  17. mimpi memang bunga tidur!

    Tp mimpi orang-orang yg beriman adalah sbuah kebenaran!

    Allah brikan akan jawaban atas pertanyaan orang2 beriman hy lewat mimpi……..

    critanya lumayanlah!ga berat ngebacanya!

    moga sang penulis bs buat crita yg lbh bermakna…

    By:Karina

    Komentar oleh karina | Februari 4, 2008 | Balas

  18. [...] Cinta Sepotong Mimpi [...]

    Ping balik oleh pitik « Omenkranji’s Weblog | Februari 5, 2008 | Balas

  19. agak aneh bunyinya…tp mungkin juga terjadi…

    Komentar oleh nadia | Februari 25, 2008 | Balas

  20. Mimpi orang muslim (plus) baik itu, adalah 40/6 bagian dr kenabian,ini hadis yg insyaallah soheh (apa lagi kalo dah minta, emang istikhoroh fungsinya itu kan!?) prasangka pengarangnya thdp allah aja kale yg kurang,(ha ha kidding). Tp suer bagus ceritanya, ada sambungannya mungkin??

    Komentar oleh Azer | Maret 15, 2008 | Balas

  21. Cukup tercengang hatiku saat membacanya.

    Komentar oleh reader | April 8, 2008 | Balas

  22. BAGUS BAANGET CERTNYA SOALNYA YANG NGALAMIN CERTIA ITU SANGAT BANYAK

    Komentar oleh GALANG | April 15, 2008 | Balas

  23. bqngak punye web

    Komentar oleh anito | April 19, 2008 | Balas

  24. bagus bangeet. walaupun endingnya ngga ada.
    tapi bagus kok

    Komentar oleh yusni ariani | April 28, 2008 | Balas

  25. Lumayan cukup nyentuh ceritanya???

    Komentar oleh husni | Mei 24, 2008 | Balas

  26. Cerita y menyentuh banget,itu hanya karangan atau kisah nyata..? Seandai y aja aq mnta mimpi,trs mlm y aq dikasih mimpi,aq hrs optimis yakin mimpi itu adlh petunjuk.

    Komentar oleh Mamad | Juni 10, 2008 | Balas

  27. Aku percaya ama mimpi, mimpi yang buruk biasanya memberi berita yang bagus secara realitinya.

    Baru aja berlaku ama aku tadi, :)

    Komentar oleh Chien | Juni 22, 2008 | Balas

  28. saya terharu setelah membacanya, sy hanya bisa memberi saran behwa sungguh Allah mencintai hamba-hambaNya yg ridho dgn ketetapanNya. jd jgn pernh brhnti tuk berdo’a & berikhtiar. jika emang mimpi itu adlh janji Allah,Dia pasti menepatinya.

    Komentar oleh ra'uf | Juni 25, 2008 | Balas

  29. Jangan Pernah menyerah pada keadaan, mungkin itu hanya sebuah petunjuk awal dari kesuksesanyaang menanti. ingatlah untuk selalu berdiskusi dengan orang lain….

    Komentar oleh NaSrullah | Juni 25, 2008 | Balas

  30. wuaaaah…?!
    yang nanya kisah kelanjutan, itu bner2 gak ngarti
    jadi si “jamal” itu MATI.
    karena bapaknya jamal, bermimpi kalau jamal kawin,
    kata orang tua,.. mimpi kawin/bikin hajat =mati

    Komentar oleh wong | Juni 29, 2008 | Balas

  31. Baguzz juga cerita nya walaupun cerita lama!

    Komentar oleh XodoX | Juli 22, 2008 | Balas

  32. assalamualaikum………….

    ceritanya bagus, tp ko’ ga berlanjut?

    Komentar oleh Ishma | Agustus 2, 2008 | Balas

  33. cinta itu indah !!!
    lihat, denger n rasakanlah…
    jadikan mimpi itu sebagai kekuatan tanpa batas untuk mencintai seseorang…

    Komentar oleh hartzy | Agustus 2, 2008 | Balas

  34. Ceritanya bagus.
    Tapi akan lebih bagus kalo kisahnya diselesaikan.
    Biar yang lain bisa ngambil pelajaran dari cerita itu!

    Komentar oleh Mineor | Agustus 3, 2008 | Balas

  35. wah. . .bguZ Beud. .kRaen aD lNJvtN Na. .eh. .kug BrhNti gt..KRang bkN gReget N peNsaRN

    Komentar oleh aNNie | Agustus 7, 2008 | Balas

  36. ya kupikira itu bisa terjadi seperti yng kualami memipikan seseorang yng belum pernah kulihat tp, memimpikan dia n namanya kutahu lewat mimpiku, akhirnya aq bertemu dgn dia n namanya sm sperti dlm mimpiku tp dia tidak jd pacarku krna sdh menjdi milik temanku. ksian deh

    Komentar oleh marino | Agustus 29, 2008 | Balas

  37. keyen2……………………….

    apek…apek

    Komentar oleh ewik | September 1, 2008 | Balas

  38. Cinta Sepotong Mimpi? Kaya firasat gt yah?
    Org yg bs ngerasain adany firasat tuh dikit bgt. Mereka adl org2 yg ditinggalkan dunia. Merasa sunyi di keramaian & merasa sedih di kebahagiaan.
    Ga segamang yg di duga.
    Merasakan adany Firasat jg ga segampang seperti yg qt duga.
    Aq selalu merasakannya.
    Trims.

    Komentar oleh Rf. Yanuar | Oktober 28, 2008 | Balas

  39. ih…, sO sweetzz…,

    Komentar oleh amiE | November 4, 2008 | Balas

  40. cinta yang bodoh…………………
    bukan kah cinta itu tak akan menyakiti apalgi hanya untuk sebuah mimpi,,,,,,,,,,,,,
    cnta yg membuat kita tersnyum n menangs lbh barharg dr cnta yg br kikta tmui tnp kita tau kpn dia akan berakhir

    Komentar oleh anty | November 11, 2008 | Balas

  41. wah ceritanya bagus bgt tp, kelanjutannya pa dunk

    Komentar oleh eka hartati | November 13, 2008 | Balas

  42. ihhhh kok bisa sie seperti itu,,,
    kayak ny cerita nya menarik walaupun aq baru ny sedikit tp aq suka kok,,,
    keren banget deeee,,,
    Q juga mau dunkkkkk klo kejadian ny seperti itu,,,

    Komentar oleh putri | Desember 5, 2008 | Balas

  43. Lumayan menarik… aku juga pernah jatuh cinta sama sepupu, bahkan cemburu kalau ada orang yang main dengannya. tapi aku harus membakar perasaan tersebut karena dia masih sepupuku, dengan hadirnya orang ketiga akan lebih mudah menghilangkan perasaan itu… Tapi kenapa Si Jamal nggak bisa menghapus perasaan itu…

    Komentar oleh Bagus Nur | Desember 10, 2008 | Balas

  44. [...] Sumber : Majalah Ummi, No. 12/XVI April 2005/1426 H* ,ceritacinta) [...]

    Ping balik oleh Cinta Sepotong Mimpi « Pojok ilmu lain Blog | Desember 16, 2008 | Balas

  45. ….

    hmm,,

    critax kreenn,,

    ajarinn dunk buat critaa kya g2,,,,

    ituw knyataan yufs???

    Komentar oleh nynkshe | Desember 16, 2008 | Balas

  46. ceritanya menarik menggugah perasaan gitu he…he…

    Komentar oleh mimi | Desember 22, 2008 | Balas

  47. waaaaaaaaaaaaa……………………………………

    krang seru………..

    Komentar oleh Indah | Desember 23, 2008 | Balas

    • gak mungkin itu terjadi?

      emangnya bisa?

      Komentar oleh viea | Agustus 18, 2009 | Balas

  48. hanya satu kalimat : misteri Illahi………

    Komentar oleh diwi | Januari 13, 2009 | Balas

  49. ha ha ha…..
    baaagus bagus baguuus…
    menarik, indah, sakit,
    kaya pelangi itu, merubah warna walau segaris

    Komentar oleh bambang | Januari 13, 2009 | Balas

  50. Cinta memang indah walaupun hanya dalam mimpi, tapi bisakah mimpi itu menjadi kenyataan, apakah jamal akan terus bermimpi ?, kejarlah mimpi itu walau sampai ke langit ke tujuh

    Komentar oleh nasha | Januari 19, 2009 | Balas

  51. Cinta merupakan suatu musteri y9
    TerKadaNg menjadi Misteri….
    Entah Kapan Q dapat Rsakan cinta SEjTi yang aBadi…
    Tapi yaKinlah bahwa Cinta itu Suci

    Komentar oleh Novita | Januari 22, 2009 | Balas

  52. subhanallah..lumayan bagus critanya..

    memang mimpi itu teka-teki,mau dpercaya bisa aj yang bw syetan,mo ga’ d percaya tapi kok kebawa teruzzz

    q juga pernah ngalamin ky’ gt…

    hbs istkhrh ad se2orang yang hdr dlm mmpiq.bikin stress deh…tapi sma ad d tngn Allah…

    Tep semngt bt crta2 lain yang lbh keren..

    Komentar oleh Nourma | Januari 29, 2009 | Balas

  53. kadang dalam mimpi Tuhan menjawad doa kita tapi dalam kenyataannya tidak persis seperti dalam mimipi kita.

    Komentar oleh Ika | Februari 18, 2009 | Balas

  54. ya………….ceritanya seru bgt…….tp ada yang gak jelas dr cerita tersebut,happy endingnya mana………..
    itu kan yang menentukan akhir ceritanya yang ditunggu2 pembacanya.

    Komentar oleh Ririn | Maret 14, 2009 | Balas

  55. Mimpi,rasanya ingin sekali hidupku seperti yang aku alami dalam mimpi.bisa bersatu dengan yang kita cintai.

    Komentar oleh Adul_gumpas | Maret 15, 2009 | Balas

  56. mimpi hanya bunga tidur…
    hidup adalh kenyataan walau pahit tapi harus dijalani……..

    Komentar oleh fitri | April 3, 2009 | Balas

  57. Wew…

    Bagus bgt !!!!!!

    Cinta lwat mimpi……

    Komentar oleh Rima KaRtika | April 9, 2009 | Balas

  58. aq juga prnah pcran ma keponakan sndri,,,tp mank bnr qt saling suka,asyang,,tp percuma bwt ditrusin coz ga dpt prstujuan ortu,,,

    Komentar oleh dea | April 17, 2009 | Balas

  59. ceritanya ko umum banget yaa.??

    buat INDONESIA:
    sekali2 buka mata yaa..masih byk penulis2 indie yg ngarang cerita2 menarik ttg sisi lain kehidupan,, ga cuma cinta2an terus..

    saya sebagai salah satu warga Indonesia minta tolong kpd semua utk lebih meng-apresiasi penulis2 marginal..

    Tq

    Komentar oleh anonymous | Juni 1, 2009 | Balas

  60. Bagus, seperti yang pernah aku alami
    salam kenal bagi pengarang

    Komentar oleh dmstha | Juni 2, 2009 | Balas

  61. Bagus, seperti yang pernah aku alami
    salam kenal bagi pengarang

    Komentar oleh dmstha.blogsp | Juni 2, 2009 | Balas

  62. mimpi…..!!! mimpi itu adalah sbuah anugrah, mimpi jg bsa membawa kita melayang kya gw gni. selalu mengingkn perempuan yg ada dalam mimpi gw,perempuan itu slalu hadir dalam mimpi/angan gw, gw ykin dia pasti dateng untuk gw!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh randy martana | Juni 4, 2009 | Balas

  63. cerita yang menarik sekali

    Komentar oleh contoh surat lamaran | Juni 11, 2009 | Balas

  64. trims atas ceritanya

    Komentar oleh aneka resep masakan | Juni 11, 2009 | Balas

  65. mimpi bisa menjadi kenyataan

    Komentar oleh artikel resep masakan | Juni 11, 2009 | Balas

  66. bagus sekali

    Komentar oleh kumpulan resep masakan | Juni 11, 2009 | Balas

  67. bagus dan menarik

    Komentar oleh ragam resep masakan | Juni 11, 2009 | Balas

  68. lumayan bagus

    Komentar oleh Solihudin | Juli 8, 2009 | Balas

  69. ceritanya bagus…. aransemen alurNya juga menarik ….tapi mengapa di bagian endingNya yang nggak jelas..

    Komentar oleh amri | Juli 20, 2009 | Balas

  70. woiii..bgs2 bangt. tp kurang seru siech.. maunya sie nyari yg kayk kalil gibran gitu…

    Komentar oleh intan | Agustus 9, 2009 | Balas

  71. huf gila q bener2 merinding karena kagum “subhanallah” bagus banget

    Komentar oleh iqzan | Agustus 10, 2009 | Balas

  72. sekarang aku lg nonton film yang ceritanya mirip kaya getu

    Komentar oleh puisi cinta | Agustus 19, 2009 | Balas

  73. sekarang aku lg non film tapi kok ada cerita ia yang mirip bongak tu….

    Komentar oleh rina | Agustus 20, 2009 | Balas

  74. ngmng2 soal mmpi, ak prnah mmpi skaratul maut. ada yg prnah ngrasain? ak udh prnh. wlwpun cm mmpi, tp kya nyta. nauzubillah…. sakitny lbh dr yg prnh klian rsain. ga kan prnh kbyang dh..

    Komentar oleh ryoshi | Agustus 27, 2009 | Balas

  75. Assalamu`alaikum
    cerita nya bagus bgt.
    kalau bisa terusin sampai selesai
    krn kyknya blum selesai deh dan kurang seru kalau sampai situ pasti lebih seru kalo ada terusannya

    Komentar oleh Siti | Agustus 27, 2009 | Balas

  76. yah ko cerita`a malah ngambang si?
    ko si jamal g jadi nikah sma lala?

    Komentar oleh Amelia Az-Zahra | September 18, 2009 | Balas

  77. bagus..
    tpi agag ngambang.

    Komentar oleh aindy | September 26, 2009 | Balas

  78. i Like tHis…

    Komentar oleh jude | September 28, 2009 | Balas

  79. woowwww keren bangets…

    Komentar oleh raden | Oktober 19, 2009 | Balas

  80. ceita yan bagus dan sangat menarik,,,w suka ngebacanya

    Komentar oleh ucu | Oktober 21, 2009 | Balas

  81. Assalamu’alaikum

    wah cerita yg sangat bagus.
    empat jempol buat yg nulis cerita ini

    pesan q buat sijamal
    cinta tak perlu d paksakan
    mungkin km akan bertemu lala d kehidupan yg damai yg d mana ada banyak lala d sana
    d mana kamu bermimpi dan tak akan terbangun lagi

    Komentar oleh dody | Oktober 29, 2009 | Balas

  82. ya allah…
    bagus bgt critax tp sperti pesan2 yg lain…
    kok nggk ada endingx…
    aku mau tau gimana nasib jamal selanjutx???

    Komentar oleh restu van helsing | Oktober 31, 2009 | Balas

  83. cerita ny ckup bguz..,
    disa’at jmal menunggu jwbn dr lala.,
    tp trnyta hny sbuah penolakan yg didapat.,
    sa’at yg trjdi sm jamal,
    aq prnh ngerasa’in hal sprti it.,
    ..
    Disaat aq mengutarakan isi ht qu.,yg dijawab trnyata,
    aq hnya seorang yg dianggap seperti ka2k kndng qu sndri..,
    .,
    bagus bgt crta ny..,
    tp kelanjutan ny mana ney…?

    Komentar oleh millan de boga | November 3, 2009 | Balas

  84. Slalu yakin dg ptunjuk_

    Komentar oleh Tou Vic | November 10, 2009 | Balas

  85. sediiiiiiiiHHHHH……
    TPi kuQ CRITanA CMa smpE STu jhA ZIH????
    PDHal q mCIH PNasaRAN CIApa JODoh jAMal thu…..
    THankZZZ

    Komentar oleh nie uchULZZZ BangETzzzzz | November 11, 2009 | Balas

  86. endingnya mana nich….
    ko gini banget sich,bikin orang penasaran tau…!!!

    Komentar oleh tb. nandar | November 11, 2009 | Balas

  87. Ceritax lucu skt perutq tertawa…. Tp jg menyeramkan membuat bulu romaku megembang…Emm..Walaupun ceritax sedih hinga meneteskn seribu kalimat syahdu… Takkusangka ceritax indah melibatkn sejuta kata syair cinta yg melintasi lagit ke 7 mengharukan…Bgt ceritax melamunkn diriku tuk bermimpi di antara bungga tidur yang terpingkal2… Q pengagum seribu satu mlm cinta d dunia,,, add my fb jhuna_th4s4uk@yahoo.Com my ponsel 085652163449 pegen cr tmen…. Tuk buat cerita yg nyata dr cinta….!

    Komentar oleh Azdie | November 19, 2009 | Balas

  88. Ceritax lucu skt perutq tertawa…. Tp jg menyeramkan membuat bulu romaku megembang…Emm..Walaupun ceritax sedih hinga meneteskn seribu kalimat syahdu… Takkusangka ceritax indah melibatkn sejuta kata syair cinta yg melintasi lagit ke 7 mengharukan…Bgt ceritax melamunkn diriku tuk bermimpi di antara bungga tidur yang terpingkal2… Q pengagum seribu satu mlm cinta d dunia,,, add my fb jhuna_th4s4uk@yahoo.Com my ponsel 085652163449 pegen cr tmen…. Tuk buat cerita yg nyata dr cinta….!

    Komentar oleh Jhuna | November 19, 2009 | Balas

  89. SORRY ABOUT THIS! when you are reading this dont stop or something bad will happen! My name is summer i am 15 years old i have blonde hair,many scars no nose or ears..i am dead.if you dont copy this just like from the ring, on 5 more sites.. or..i will appear one dark quiet night when your not expecting it by your bed with a knife and kill you. this is no joke something good will happen to you if you post this on 5 more pages
    Reply
    Reply

    Komentar oleh deen cliff | Desember 7, 2009 | Balas

  90. Top Banget dh critax . . . .
    hmpir sma kjadian x ma tmn q . . .
    buat yg bca kjar trus mimpi u ampek dpt. . .

    Komentar oleh devist | Desember 15, 2009 | Balas

  91. bagus,,

    Komentar oleh ambul | Desember 22, 2009 | Balas

  92. baik ajalah ihodjedtjwyt124ehyey

    Komentar oleh udin | Desember 22, 2009 | Balas

  93. so sweet………………bgus banget

    Komentar oleh bunga laura | Desember 23, 2009 | Balas

  94. aduh……. jadi pingin ngeluarin air mata nich … he….he….

    Komentar oleh aida zulfa | Januari 1, 2010 | Balas

  95. keajaiban bisa saja terjadi bila qta percaya………..

    Komentar oleh hasmawati hasma | Januari 4, 2010 | Balas

  96. critanya bgus…trus gmana ending’y g’ jelas……. jadi nikah ama siapa..????
    wah kurang seru jadinya….!!!

    Komentar oleh putri aebara | Januari 5, 2010 | Balas

  97. Bagus ceritanya ! Sama seperi pengalaman aku.

    Komentar oleh Indra Aris | Januari 18, 2010 | Balas

  98. wogh cacat… endingnya mna….
    msti deh kyk flm2 indonsia endingnya g pernh jls….
    bkin emosi jga neh… ha3….
    tp disisi laen dah bagus kq….

    Komentar oleh rio | Januari 20, 2010 | Balas

  99. biasa aja…ditingkatkan ya.

    Komentar oleh sidar | Januari 22, 2010 | Balas

  100. aq sangat kagum membaca cerita itu

    sungguh cerita sangan mengagumkan..

    aq suka ………….

    Komentar oleh andhimora | Januari 23, 2010 | Balas


Tinggalkan komentar