Cerita Cinta

ingin selalu mencintai dan dicintai karena-Nya

Kening Hitam

Penulis : Zaenal Radar T.

 

Kau tentu pernah bertemu dengan lelaki berkening hitam. Hitam tidak secara keseluruhan, melainkan hanya pada bagian kening tengah atas di antara dua alis, persis dibawah ujung rambut bagian depan. Tepatnya, bagian kening yang digunakan untuk mencium sajadah setiap kali solat.

Apa yang kau pikirkan ketika melihat lelaki berkening hitam seperti itu ? Tentu kau akan berkesimpulan, bahwa lelaki tersebut adalah lelaki yang alim, lelaki yang rajin mencium sajadah, lelaki yang tak pernah meninggalkan solat lima waktu, lelaki yang rajin bangun malam-malam untuk tahajud dikala orang lain molor di tempat tidur.

Lelaki berkening hitam tidak hanya ditemukan di masjid-masjid. Kau bisa menemukan di kampus, di kantor, pasar tradisional, kantor pos, bahkan mungkin di mal-mal. Bisa jadi dia seorang dosen, kyai, mahasiswa, pedagang, sopir angkutan kota, atau profesi lainnya.

Dan tahukah kau, malam ini, Markum, seorang pelajar berotak pas-pasan sebuah SMA swasta di Jakarta, saat ini tengah memikirkan keningnya yang tidak hitam. Baca selebihnya »

Januari 23, 2007 Posted by | dua insan | 36 Komentar

Antara Kansas dan Bogor, Ada Cinta Bersemi

Penulis : Gola Gong

 

Grace menatapku dengan kesal dan marah. Wajah cantiknya menyiratkan ketidakrelaan. Gadis Menado yang setahun ini jadi pacarku, tiba tiba saja merasa seperti tersengat listrik, saat aku memberitahu akan mengisi summer holiday ke Bogor.

“Bogor? You are so crazy!” Grace terbelalak. “Mau apa kesana?! Kota macet seperti itu!”

“Memangnya, kamu pernah kesana?”

“Yah, lewat sajalah! Waktu itu aku ada pesta di Puncak! Lewat kota itulah! Macetnya minta ampun!”

“Tapi, aku mesti ke Bogor!”

“Aku heran saja! Bagaimana bisa? Kalau Bali, that’s okay! But, ini Bogor! Mimpi apa kamu semalam? Apa istimewanya Bogor?”

“Aku ingin melihat negeriku, Honey.”

“Damn! Ini tidak masuk akal. Pasti ada alasan lain!”

Aku diam saja. Memang ada alasan lain. Tapi tidak akan aku beritahu dia. Bisa perang dunia keempat.

Baca selebihnya »

Januari 3, 2007 Posted by | dua insan | 38 Komentar

I Love U SoMad

Penulis : Boim Lebon

 

SUER.

Somad bukan cowok yang masuk itungan. Di kelas 2 IPS 3 nyaris nggak dianggap. Orangnya lugu. Potongan rambutnya seadanya. Jangan-jangan dia motong rambut sendiri lagi? Pokoknya out of date banget, deh!

Tapi anehnya kok ya aku nggak bisa menghilangkan bayangan Somad begitu aja. Aneh bin ajaib. Apa dia punya ilmu pelet sehingga aku jadi sering merhatiin dia?

Eh, tapinya terus terang aku merhatiin cowok lugu itu diam-diam, karena kalo sampai ketahuan wah, bisa gempar sekolah ini! Bahkan seluruh sekolah di selatan Jakarta ini.

Baca selebihnya »

November 16, 2006 Posted by | dua insan | 46 Komentar

Di Atas Sajadah Cinta

Penulis:  Habiburrahman El Shirazy

KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. Namun geliat hidup kota Kufah masih terasa.

Di serambi masjid Kufah, seorang pemuda berdiri tegap menghadap kiblat. Kedua matanya memandang teguh ke tempat sujud. Bibirnya bergetar melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Hati dan seluruh gelegak jiwanya menyatu dengan Tuhan, Pencipta alam semesta. Orang-orang memanggilnya “Zahid” atau “Si Ahli Zuhud”, karena kezuhudannya meskipun ia masih muda. Dia dikenal masyarakat sebagai pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota Kufah pada masanya. Sebagian besar waktunya ia habiskan di dalam masjid, untuk ibadah dan menuntut ilmu pada ulama terkemuka kota Kufah. Saat itu masjid adalah pusat peradaban, pusat pendidikan, pusat informasi dan pusat perhatian.

Baca selebihnya »

November 9, 2006 Posted by | dua insan | 238 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.